Connect with us

Politik

Jika Menang Pilwali Surabaya 2024, Eri Cahyadi-Armuji akan Transformasi 5 Hal Ini

Published

on

SURABAYA – Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya 2024, Eri Cahyadi-Armuji, mencanangkan 5 program unggulan untuk Kota Surabaya lima tahun mendatang.

Eri menjelaskan, 5 program tersebut, antara lain, transformasi di bidang penguatan ekonomi rakyat, penguatan sumber daya manusia, infrastruktur dan konektifitas, reformasi birokrasi dan pelayanan publik, kehidupan sosial dan budaya.

“Dengan kebersamaan kita bisa menjadikan Surabaya jadi kota layak internasional. Saya berharap 2024-2029 jadi pondasi untuk membangun kota kelas dunia,” ujar Eri saat memaparkan gagasannya dalam debat perdana Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota (Pilwali) Surabaya di Dyandra Convention Center, Rabu (16/10/2024).

Ia mencontohkan di bidang ekonomi dan sumber daya manusia. Selama program padat karya berdiri, pihaknya berhasil memunculkan wirausahawan muda. Bantuan modal usaha UMKM hingga padat karya juga berhasil meningkatkan ekonomi warga mencapai 5-7 juta per bulan.

“Ada e-peken semua produk kita masukkan ke sana dan sekarang pergerakannya sudah 142 milyar,” tuturnya.

“Sejak 2021-2024 kita sudah memfasilitasi wirausahawan muda sebanyak 11.700 orang. 133 aset pemkot jadi lahan usaha rakyat, sudah ada 35. 638 KK mengikuti program padat karya,” imbuhnya.

Di sektor pendidikan pun sama. Setelah berhasil dengan progam sekolah gratis di taraf SMP dan beasiswa pemuda tangguh, pihaknya akan memajukan sekolah gratis di taraf SD-SMP.

“Insya Allah 2025 yang gratis mulai dari SD. Kita dirikan di Kalijudan ada 200 anak yang insyaAllah setelah lulus akan bekerja,” jelasnya.

Selanjutnya di bidang sosial, Eri pun berjanji akan membantu kehidupan para janda dan lansia yang sudah ditinggalkan keluarganya.

“Di 2025 kami bertekad janda dan lansia kita tanggung jika tinggal tanpa keluarga. Jika mereka tinggal dengan anaknya, maka kita bantu dengan mengarahkan anaknnya untuk bekerja,” ungkapnya.

Begitu pula dengan stunting. Pihaknya menargetkan stunting turun hingga di bawah 1 persen dan kemiskinan di bawah 2 persen.

“Stunting kita targetkan di bawah 1 persen tapi tidak bisa kita nol kan karena itu ketika penyakit bawaan tidak bisa sembuh,” ucap Mantan Bapeko Surabaya itu.

Eri menyadari hal tersebut tak akan terwujud jika mengandalkan satu orang. Semua itu berkat gotong royong semua pihak, baik pemerintah, legislatif, dan warga Surabaya yang tak lelah membangun Kota Pahlawan.

Untuk itu ia mengajak “arek-arek Suroboyo” melanjutkan perjuangan yang telah dibangun dan menjadikan Surabaya kota yang layak untuk generasi mendatang.

“Kita bangun rumahnya untuk gen z dan milenial agar mereka tak merasakan penderitaan yang dulu kita rasakan,” jelasnya.

“Yang pasti ayo berjuang membangun Kota Surabaya. Surabaya itu pemkot dan DPRD itu bersatu, yang kita utamakan itu kepentingan umat, bukan kepentingan partai atau golongan,” tandasnya. (ny/s3)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Politik

Legislator PKB Ini Minta Pengawasan Program BSPS 2026 di Sumenep Diperketat

Published

on

PABIASA.COM, Sumenep – Kabupaten Sumenep memperoleh alokasi Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) pada tahun 2026 sekitar 500 unit. Jumlah itu lebih sedikit dibandingkan kuota pada tahun 2024 sekitar 5.490 unit.

Anggota Komisi III DPRD Sumenep, Akhmadi Yasid, megatakan bahwa berkurangnya jumlah penerima bantuan justru dapat menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk memperbaiki tata kelola program BSPS secara menyeluruh.

Menurutnya, pengawasan terhadap pelaksanaan program tersebut perlu dilakukan sejak tahap awal guna mencegah terulangnya terjadinya dugaan penyimpangan.

“Jangan sampai pengawasan hanya menjadi formalitas administrasi, sementara problem di lapangan tetap terjadi. Kami minta pengawasannya diperketat dan efektif,” ujar Yasid di Sumenep, Kamis (14/5/2026).

Politisi PKB itu menegaskan, pengawasan tidak cukup sekadar dilakukan melalui pemeriksaan dokumen administrasi, akan tetapi pemerintah daerah juga mesti memastikan kualitas bangunan sesuai standar dan bantuan benar-benar diterima masyarakat yang berhak.

“Jangan sampai dana Rp250 juta (untuk pengawasan) hanya habis untuk rapat, perjalanan dinas atau laporan kertas semata. Sementara substansi pengawasannya lemah,” jelas Yasid.

Yasid juga berharap, pelaksanaan BSPS tahun ini berjalan lebih transparan dan akuntabel sehingga program bantuan perumahan tersebut tetap mendapat kepercayaan masyarakat.

“Kita tidak ingin program yang sejatinya sangat baik untuk membantu masyarakat miskin justru kehilangan kepercayaan publik akibat tata kelola yang buruk,” tandasnya.

Continue Reading

Politik

DPRD Sumenep Minta Disnaker Perketat Pengawasan Pembayaran THR

Published

on

PABIASA.COM, Sumenep – Anggota Komisi II DPRD Sumenep, Sulahuddin, meminta Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) setempat memperketat pengawasan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.

Menurutnya, pengawasan harus dilakukan secara aktif. Tujuannya agar tidak ada perusahaan yang menunda, mencicil, atau bahkan mengabaikan kewajiban membayar THR kepada pekerja.

THR, tambah dia, merupakan hak normatif pekerja yang wajib dipenuhi sesuai peraturan perundang-undangan. Karena itu, ia meminta Disnaker tidak hanya sebatas memberikan imbauan.

“Jangan sampai ada THR terlambat, dicicil, atau pekerja tidak menerima haknya. Jika ada pelanggaran, Disnaker harus bertindak tegas,” ujar Sulahuddin di Sumenep, Rabu (4/3/2026).

Ia menilai, pengawasan perlu disertai monitoring langsung ke perusahaan-perusahaan. Terutama bagi perusahaan yang sebelumnya memiliki catatan keterlambatan dalam memenuhi hak pekerja.

Selain itu, Sulahuddin juga mendorong agar Disnaker membuka dan mengoptimalkan posko pengaduan. Layanan tersebut dinilai penting untuk menampung laporan pekerja yang tidak menerima THR sesuai ketentuan.

“Harus ada layanan pengaduan yang responsif. Pekerja jangan sampai bingung harus mengadu ke mana ketika haknya tidak dibayarkan,” tandasnya. (rzl/s3)

Continue Reading

Politik

Holik Gerindra Ingatkan Bupati Fauzi Tak Salah Pilih Sekda

Published

on

PABIASA.COM, Sumenep – Amggota Komisi I DPRD Sumenep, Holik, mengingatkan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, untuk tidak salah memilih sekretaris daerah (sekda) definitif.

Menurutnya, penetapan Sekda secara mutlak ada di tangan Bupati Fauzi. “Dia yang paling tahu, siapa dari tiga orang itu yang paling tepat untuk ditetapkan sebagai Sekda Sumenep,” ujar Holik, Kamis (19/2/2026).

Politisi Gerindara tersebut mengungkapkan bahwa pejabat yang layak duduk di kursi sekda adalah sosok yang paham visi-misi bupati.

“Fauzi pernah menjadi wabup dan bupati dua periode. Tentu, dia sudah kenal dan tahu karakter tiga pejabat itu. Kami minta jangan sampai salah pilih, tendensius dan tidak objektif,” tuturnya.

“Jabatan sekda cukup krusial di pemerintahan. Kami berharap pilihan bupati terbaik untuk Sumenep ke depan,” imbuhnya.

Seperti diketahui, berdasarkan hasil seleksi lanjutan yang tertuang dalam Pengumuman Nomor: 20/PANSEL JPT PRATAMA-SMP/II/2026 tertanggal 18 Februari 2026, ada tiga nama calon sekdar. Di antaranya, (1) Agus Dwi Saputra, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, (2) Chainur Rasyid, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian dan (3) R. Abd Rahman Riadi, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. (rzl/s3)

Continue Reading

Trending