Connect with us

Politik

Daftar Hari Pertama, Sugiri-Lidyarita Dikawal Ribuan Massa Menuju KPU Ponorogo

Published

on

PABIASA.COM, Ponorogo – Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko dan Lisdyarita, resmi mendaftar sebagai peserta Pemilihan Bupati (Pilbup) Ponorogo 2024 di Kantor KPU Ponorogo, Selasa (27/8/2024) sore.

Keduanya datang ke kantor KPU yang berada di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Keniten, itu diiringi ribuan relawan, pendukung, hingga pertunjukan kesenian seperti reog, barongan dan gajah-gajahan.

Duet Sugiri-Lisdyarita  diusung oleh koalisi 9 partai politik (parpol). Yakni, PDI Perjuangan, PKB, Partai Golkar, Partai Demokrat, PKS, Partai Gerindra, PPP, Partai Gelora dan Perindo.

Sugiri menyerahkan berkas pendaftaran persyaratan pencalonan dan persyaratan calon ke Ketua KPU Ponorogo, R. Gaguk Ika Prayitna.

“Kami berdua bersama-sama daftar di KPU untuk meneruskan amanah rakyat,” ujar Sugiri.

Bupati petahana Ponorogo itu memberi nama koalisi ‘gemuk’-nya dengan sebutan “Koalisi Kemenangan Rakyat”. Menurutnya, kemenangan adalah milik rakyat.

“Maka yang menang bukan partai, bukan saya. Mudah-mudahn Allah memberikan kemenangan dan kemenangan adalah milik rakyat. Mohon doanya,” lanjutnya.

Dia optimis menang, bisa menjadi Bupati Ponorogo 2 periode. Apalagi banyak massa yang hadir untuk mengantarnya ke kantor KPU.

“Saya ucapkan terima kasih atas jerih payahnya. Saya kira tadi sedikit ternyata sangat banyak. Ya, memang karena temanya adalah cinta,” terangnya.

Sementara itu, Ketua KPU Ponorogo, R. Gaguk Ika Prayitna, mengatakan, dokumen pendaftaran yang menjadi persyaratan Sugiri-Lisdyarita telah dinyatakan lengkap diunggah di Sistem Informasi Pencalonan (Silon).

“Hari ini hari pertama pendaftaran paslon Sugiri-Lisdyarita. Proses pendaftaran ini berdasarkan hasil dari Silon KPU, dokumennya lengkap,” ungkapnya. (jr/s3)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Politik

Legislator PKB Ini Minta Pengawasan Program BSPS 2026 di Sumenep Diperketat

Published

on

PABIASA.COM, Sumenep – Kabupaten Sumenep memperoleh alokasi Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) pada tahun 2026 sekitar 500 unit. Jumlah itu lebih sedikit dibandingkan kuota pada tahun 2024 sekitar 5.490 unit.

Anggota Komisi III DPRD Sumenep, Akhmadi Yasid, megatakan bahwa berkurangnya jumlah penerima bantuan justru dapat menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk memperbaiki tata kelola program BSPS secara menyeluruh.

Menurutnya, pengawasan terhadap pelaksanaan program tersebut perlu dilakukan sejak tahap awal guna mencegah terulangnya terjadinya dugaan penyimpangan.

“Jangan sampai pengawasan hanya menjadi formalitas administrasi, sementara problem di lapangan tetap terjadi. Kami minta pengawasannya diperketat dan efektif,” ujar Yasid di Sumenep, Kamis (14/5/2026).

Politisi PKB itu menegaskan, pengawasan tidak cukup sekadar dilakukan melalui pemeriksaan dokumen administrasi, akan tetapi pemerintah daerah juga mesti memastikan kualitas bangunan sesuai standar dan bantuan benar-benar diterima masyarakat yang berhak.

“Jangan sampai dana Rp250 juta (untuk pengawasan) hanya habis untuk rapat, perjalanan dinas atau laporan kertas semata. Sementara substansi pengawasannya lemah,” jelas Yasid.

Yasid juga berharap, pelaksanaan BSPS tahun ini berjalan lebih transparan dan akuntabel sehingga program bantuan perumahan tersebut tetap mendapat kepercayaan masyarakat.

“Kita tidak ingin program yang sejatinya sangat baik untuk membantu masyarakat miskin justru kehilangan kepercayaan publik akibat tata kelola yang buruk,” tandasnya.

Continue Reading

Politik

DPRD Sumenep Minta Disnaker Perketat Pengawasan Pembayaran THR

Published

on

PABIASA.COM, Sumenep – Anggota Komisi II DPRD Sumenep, Sulahuddin, meminta Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) setempat memperketat pengawasan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.

Menurutnya, pengawasan harus dilakukan secara aktif. Tujuannya agar tidak ada perusahaan yang menunda, mencicil, atau bahkan mengabaikan kewajiban membayar THR kepada pekerja.

THR, tambah dia, merupakan hak normatif pekerja yang wajib dipenuhi sesuai peraturan perundang-undangan. Karena itu, ia meminta Disnaker tidak hanya sebatas memberikan imbauan.

“Jangan sampai ada THR terlambat, dicicil, atau pekerja tidak menerima haknya. Jika ada pelanggaran, Disnaker harus bertindak tegas,” ujar Sulahuddin di Sumenep, Rabu (4/3/2026).

Ia menilai, pengawasan perlu disertai monitoring langsung ke perusahaan-perusahaan. Terutama bagi perusahaan yang sebelumnya memiliki catatan keterlambatan dalam memenuhi hak pekerja.

Selain itu, Sulahuddin juga mendorong agar Disnaker membuka dan mengoptimalkan posko pengaduan. Layanan tersebut dinilai penting untuk menampung laporan pekerja yang tidak menerima THR sesuai ketentuan.

“Harus ada layanan pengaduan yang responsif. Pekerja jangan sampai bingung harus mengadu ke mana ketika haknya tidak dibayarkan,” tandasnya. (rzl/s3)

Continue Reading

Politik

Holik Gerindra Ingatkan Bupati Fauzi Tak Salah Pilih Sekda

Published

on

PABIASA.COM, Sumenep – Amggota Komisi I DPRD Sumenep, Holik, mengingatkan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, untuk tidak salah memilih sekretaris daerah (sekda) definitif.

Menurutnya, penetapan Sekda secara mutlak ada di tangan Bupati Fauzi. “Dia yang paling tahu, siapa dari tiga orang itu yang paling tepat untuk ditetapkan sebagai Sekda Sumenep,” ujar Holik, Kamis (19/2/2026).

Politisi Gerindara tersebut mengungkapkan bahwa pejabat yang layak duduk di kursi sekda adalah sosok yang paham visi-misi bupati.

“Fauzi pernah menjadi wabup dan bupati dua periode. Tentu, dia sudah kenal dan tahu karakter tiga pejabat itu. Kami minta jangan sampai salah pilih, tendensius dan tidak objektif,” tuturnya.

“Jabatan sekda cukup krusial di pemerintahan. Kami berharap pilihan bupati terbaik untuk Sumenep ke depan,” imbuhnya.

Seperti diketahui, berdasarkan hasil seleksi lanjutan yang tertuang dalam Pengumuman Nomor: 20/PANSEL JPT PRATAMA-SMP/II/2026 tertanggal 18 Februari 2026, ada tiga nama calon sekdar. Di antaranya, (1) Agus Dwi Saputra, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, (2) Chainur Rasyid, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian dan (3) R. Abd Rahman Riadi, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. (rzl/s3)

Continue Reading

Trending