Pendidikan
Tumbuhkan Minat Baca Siswa, DP Sumenep Dorong Sekolah Lebih Inovatif Kelola Perpustakaan

PABIASA.COM, Sumenep – Dewan Pendidikan (DP) Kabupaten Sumenep mendorong sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) untuk lebih kreatif dan inovatif dalam mengelola perpustakaan.
Anggota DP Sumenep, Salamet Wahedi, mengatakan bahwa perpustakaan merupakan jantung literasi sekolah. Jika perpustakaannya bagus, tambahnya, maka sirkulasi literasi akan berjalan dengan baik.
“Perpustakaan ibarat jantung bagi sekolah. Jika perpustakaannya bagus, siswa senang ke perpustakaan, senang membaca, maka literasi di sekolah akan berjalan dengan baik,” ujar Salamet.
Hal itu disampaikan Salamet saat DP Sumenep melakukan kunjungan monitoring kegiatan Ramadan dan perpustakaan sekolah di SDN 1 Baban, Selasa (11/3/2025).
Salamet juga mengaku senang dengan upaya-upaya yang dilakukan SDN 1 Baban dalam menumbuhkan semangat dan minat baca siswa.
“Tadi saya melihat perpustakaan. Buku-buku ditata rapi. Banyak koleksinya. Kepala sekolah juga menjelaskan, mereka punya program untuk menumbuhkan semangat dan minat baca siswa,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SDN 1 Baban, Faishal Habsyi, mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik kunjungan DP Sumenep dalam rangka monitoring dan evaluasi kegiatan Ramadan dan perpustakaan sekolah.
Menurutnya, perpustakaan merupakan sarana vital dalam menunjang literasi dan kualitas pendidikan. “Kami berharap adanya dukungan dan kolaborasi dari semua pihak, termasuk DP Sumenep, Dinas Pendidikan dan pihak terkait lainnya, untuk terus meningkatkan fasilitas dan koleksi perpustakaan kami,” ujar Faishal.
“Sehingga dapat menjadi pusat belajar yang inspiratif bagi siswa dan guru. Termasuk juga adanya pelatihan pengelolaan perpustakaan dan digitalisasi perpustakaan,” imbuhnya.
Faishal juga menjelaskan, saat ini, SDN 1 Baban telah menjalankan program literasi 10-15 menit sebelum pembelajaran dimulai. Tujuannya, untuk membangun kebiasaan membaca dan meningkatkan minat baca siswa.
“Ke depan, kami berencana memperkuat program literasi ini dengan mewajibkan kunjungan ke perpustakaan minimal satu kali seminggu dari setiap mata pelajaran, agar siswa lebih akrab dengan sumber belajar yang tersedia,” tuturnya.
“Selain itu, kami juga akan mengembangkan pojok baca di setiap sudut kelas, menciptakan lingkungan yang mendukung literasi dan memudahkan siswa mengakses buku bacaan di mana pun mereka berada. Dengan langkah ini, kami berharap literasi menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari siswa,” tandasnya. (rzl/set)
Pendidikan
Komisi IV DPRD Sumenep Minta Sekolah Tertib Administrasi Dana BOS

PABIASA.COM, Sumenep – Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sumenep, Sami’oeddin, menekankan pentingnya ketertiban administrasi dalam pengelolaan Dana Bantuan Operasinal Sekolah (BOS) untuk memperkuat akuntabilitas anggaran pendidikan.
Ia juga mengingatkan setiap sekolah untuk mematuhi kewajiban penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) serta Surat Pertanggungjawaban (SPJ) sesuai ketentuan yang berlaku.
“Jika ada sekolah yang tidak mengikuti ketentuan, Disdik harus memberikan pembinaan langsung,” ujar Sami’oeddin, pada Selasa (3/3/2026).
Politisi PKB ini juga menegaskan, DPRD Sumenep bersama Dinas Pendidikan (Disdik) telah membahas persoalan tata kelola administrasi dana BOS tahun 2025 dan sepakat melakukan pembenahan sistem secara menyeluruh.
Ia mengungkapkan, sebelumnya masih ditemukan sejumlah sekolah yang belum memahami tata kelola administrasi dana BOS. Bahkan, terdapat kewajiban pelaporan yang justru dikerjakan oleh pihak luar, sehingga sekolah tidak memahami alur penyusunan laporan secara mandiri.
Ke depan, Sami’oeddin meminta seluruh sekolah mengerjakan sendiri administrasi pengelolaan dana BOS. Jika mengalami kendala, sekolah dipersilakan berkonsultasi langsung dengan Disdik untuk mendapatkan pendampingan.
Selain itu, pihaknya juga mengingatkan agar sekolah tidak memindahkan dana dari rekening resmi sekolah ke rekening lain karena hal tersebut melanggar ketentuan yang berlaku.
Dengan demikian, Sami’oeddiin berharap pembenahan tata kelola dana BOS di bawah kepemimpinan kepala dinas yang baru dapat memperkuat transparansi serta akuntabilitas pengelolaan anggaran pendidikan di Kabupaten Sumenep. (rzl/s3)
Pendidikan
Bupati Bangkalan Serahkan Beasiswa untuk 283 Siswa dan Mahasiswa

PABIASA.COM, Bangkalan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan menyalurkan bantuan sosial berupa beasiswa pendidikan kepada siswa dan mahasiswa Tahun 2025 di Pendopo Agung Bangkalan, Selasa (23/12/2025). Total penerima beasiswa pada tahun ini mencapai 283 siswa dan mahasiswa.
Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, mengatakan, program beasiswa ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah daerah kepada anak-anak Bangkalan yang berprestasi, khususnya mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.
“Ini bagian dari apresiasi pemerintah daerah terhadap anak-anak kita yang berprestasi, baik yang masih duduk di bangku sekolah maupun mahasiswa. Termasuk juga apresiasi kepada para atlet muda yang telah mengharumkan nama daerah,” ujar Lukman.
Menurutnya, pemerintah daerah tengah merancang program “Satu Desa Satu Sarjana” sebagai upaya pemerataan akses pendidikan hingga ke tingkat desa. Program tersebut akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.
“Nantinya kami rencanakan beasiswa satu desa satu sarjana. Kita upayakan sesuai dengan kemampuan finansial daerah,” jelasnya.
Program beasiswa ke depan, tambah dia, akan melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah desa, untuk melakukan pendataan dan penjaringan calon penerima.
Proses pengajuan akan disertai tahapan verifikasi agar bantuan tepat sasaran, khususnya bagi anak-anak berprestasi dari keluarga kurang mampu. (rzl/s3)
Pendidikan
Bupati Sumenep Beri Ribuan Guru Ngaji Tunjangan Kehormatan

PABIASA.COM, Sumenep — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menyalurkan tunjangan kehormatan kepada 1.225 guru ngaji di Kabupaten Sumenep.
Penyerahan dilakukan oleh Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, di Pendopo Keraton Sumenep, pada Jumat (14/11/2025).
Adapun tunjangan dilakukan secara simbolis kepada 300 guru ngaji yang mewakili seluruh penerima. Setiap guru ngaji menerima tunjangan sebesar Rp1.200.000.
“Para guru ngaji bekerja dengan penuh keikhlasan, mendidik anak agar tumbuh sebagai generasi berakhlak, beradab, dan mencintai ilmu,” ujar Fauzi.
“Sehingga Pemerintah daerah berkewajiban memberi perhatian kepada mereka atas dedikasi tanpa pamrih,” lanjutnya.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Sumenep, Kamiluddin, menambahkan bahwa para guru ngaji juga didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
“Total guru ngaji yang sudah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan sebanyak 3.192 orang pada 2024–2025. Keikutsertaan ini untuk memberikan jaminan, terutama terkait kecelakaan dan kematian,” jelasnya.
Sebagai informasi, pembiayaan program ini disalurkan melalui dana hibah Pemkab Sumenep kepada LPTQ Kabupaten Sumenep. Tunjangan disalurkan melalui rekening masing-masing guru ngaji di BPRS Bhakti Sumekar.
Pemerintahan2 tahun agoDishub Jatim Targetkan Trans Jatim Koridor V Beroperasi, Mahfud Harap Ada Pembenahan Terminal
Rumpun2 tahun agoCegah Efek Negatif Nikah Usia Dini, Mahfud Minta Pemprov Jatim Gencarkan Sosialisasi
Pemerintahan2 tahun agoSumenep Buka Rekrutmen PPPK dan CPNS, Ini Formasi yang Dibutuhkan
Pendidikan2 tahun agoMahfud Sosialisasi Pendidikan Karakter, Bangun Kesadaran Generasi Muda
Rumpun2 tahun agoDi Pendopo Sumenep, Ratusan Anak Antusias Mengikuti Lomba Melukis dan Mewarnai
Opini2 tahun agoStatistik Kemiskinan
Opini2 tahun agoUpaya Mengelak dari Money Politics
Budaya2 tahun agoMerawat Budaya, Pemkab Sumenep Gelar Festival Klenengan Dolanan



















