Connect with us

Politik

Separuh Diisi “Wajah Baru”, Berikut 50 Anggota DPRD Sumenep 2024-2029

Published

on

PABIASA.COM, Sumenep – Rapat pleno terbuka Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumenep menetapkan 50 anggota DPRD Sumenep terpilih dari delapan daerah pemilihan (dapil) hasil Pemilu 2024 pada Kamis (2/5/2024) malam.

“Penetapan calon terpilih anggota DPRD Sumenep sudah ditetapkan dalam rapat pleno terbuka,” ujar komisioner KPU Sumenep, Syaifur Rahman, Sabtu (4/5/2024).

Sepuluh partai politik sukses mengantarkan kadernya sebagai calon terpilih anggota DPRD Sumenep periode 2024-2029. Yaitu PDI Perjuangan sebanyak 11 orang, PKB 10 orang, Partai Demokrat 7 orang, dan PPP 6 orang, PAN dan Partai Nasdem masing-masing 5 orang, Partai Gerindra dan PKS masing-masing 2 orang, serta PBB dan Partai Hanura masing-masing 1 orang.

Sebanyak 25 dari 50 atau separuh anggota DPRD Sumenep terpilih hasil Pemilihan Umum Legislatif 2024 merupakan “wajah baru”, sementara 25 lainnya adalah petahana.

Para wakil rakyat yang merupakan “wajah baru”, di antaranya, Sutan Hady Tjahyadi dari PDIP dapil I, Samsiyadi dari Partai Nasdem dapil II, Moh Asy’ari Muthhar dari PPP dapil III, dan Hairul Anwar dari PAN dapil IV.

Selain itu, terdapat empat perempuan yang tercatat sebagai anggota DPRD Sumenep hasil Pemilu 2024, sedangkan 46 lainnya laki-laki. Empat perempuan tersebut adalah Nia Kurnia dari PDIP dapil I (petahana), Siti Hosna dari PAN dapil III (petahana), Virzannida dari PKB dapil V, dan Afrilia Wahyuni dari Partai Nasdem dapil V.

Berdasarkan Keputusan KPU Sumenep Nomor 1117 Tahun 2024 tentang Penetapan Calon Terpilih Anggota DPRD Kabupaten Sumenep dalam Pemilu 2024 adalah sebagai berikut :

Daerah Pemilihan (Dapil) Sumenep I

  1. Rasidi (PKB)
  2. Agus Hariyanto (Gerindra)
  3. Nia Kurnia (PDI Perjuangan)
  4. Sutan Hady Tjahyadi (PID Perjuangan)
  5. Wiwid Harjo Yudanto (PKS)
  6. Musahwi (PAN)
  7. Bambang Eko Iswanto (PPP)

Daerah Pemilihan (Dapil) Sumenep II

  1. Akhmadi Yasid (PKB)
  2. Holik (Gerindra)
  3. Eka Bhagas Nur Ardiansyah (PDI Perjuangan)
  4. Sulahuddin (PID Perjuangan)
  5. Samsiyadi (Nasdem)
  6. Faisal Muhlis (PAN)
  7. Afrian Mukhlas GZ (Demokrat)

Daerah Pemilihan (Dapil) Sumenep III

  1. Eksan (PKB)
  2. Irwan Hayat (PKB)
  3. Abd. Rahman (PDI Perjuangan)
  4. M. Ramzi (Hanura)
  5. Siti Hosna (PAN)
  6. Akhmad Jasuli (Demokrat)
  7. Moh. Asy’ari Muthhar (PPP)

Daerah Pemilihan (Dapil) Sumenep IV

  1. Muhammad Mirza Khamaini Hamid (PKB)
  2. H. Zainal (PDI Perjuangan)
  3. Ersat (Nasdem)
  4. Hairul Anwar (PAN)
  5. Indra Wahyudi (Demokrat)
  6. Abd. Rahman (PPP)

Daerah Pemilihan (Dapil) Sumenep V

  1. M. Muhri (PKB)
  2. dr. Virzannida (PKB)
  3. Endi (PDI Perjuangan)
  4. Afrilia Wahyuni (Nasdem)
  5. Moh. Fendi (Demokrat)

Daerah Pemilihan (Dapil) Sumenep VI

  1. Sami Oeddin (PKB)
  2. Umar (PDI Perjuangan)
  3. Gunaifi Syarif Arrodhy (PAN)
  4. Mulyadi (Demokrat)
  5. Masdawi (Demokrat)
  6. Juhari (PPP)

Daerah Pemilihan (Dapil) Sumenep VII

  1. Saipur Rahman (PKB)
  2. Hosnan (PDI Perjuangan)
  3. Darul Hasyim Fath (PDI Perjuangan)
  4. Ahmad Juhairi (Nasdem)
  5. Mas’ud Ali (PPP)

Daerah Pemilihan (Dapil) Sumenep VIII

  1. Dul Siam (PKB)
  2. Wahyudi (PDI Perjuangan)
  3. Muta’em (Nasdem)
  4. Syamsul Bahri (PKS)
  5. Badrul Aini (PBB)
  6. Mohammad Hanafi (Demokrat)
  7. M. Syukri (PPP)
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Politik

Legislator PKB Ini Minta Pengawasan Program BSPS 2026 di Sumenep Diperketat

Published

on

PABIASA.COM, Sumenep – Kabupaten Sumenep memperoleh alokasi Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) pada tahun 2026 sekitar 500 unit. Jumlah itu lebih sedikit dibandingkan kuota pada tahun 2024 sekitar 5.490 unit.

Anggota Komisi III DPRD Sumenep, Akhmadi Yasid, megatakan bahwa berkurangnya jumlah penerima bantuan justru dapat menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk memperbaiki tata kelola program BSPS secara menyeluruh.

Menurutnya, pengawasan terhadap pelaksanaan program tersebut perlu dilakukan sejak tahap awal guna mencegah terulangnya terjadinya dugaan penyimpangan.

“Jangan sampai pengawasan hanya menjadi formalitas administrasi, sementara problem di lapangan tetap terjadi. Kami minta pengawasannya diperketat dan efektif,” ujar Yasid di Sumenep, Kamis (14/5/2026).

Politisi PKB itu menegaskan, pengawasan tidak cukup sekadar dilakukan melalui pemeriksaan dokumen administrasi, akan tetapi pemerintah daerah juga mesti memastikan kualitas bangunan sesuai standar dan bantuan benar-benar diterima masyarakat yang berhak.

“Jangan sampai dana Rp250 juta (untuk pengawasan) hanya habis untuk rapat, perjalanan dinas atau laporan kertas semata. Sementara substansi pengawasannya lemah,” jelas Yasid.

Yasid juga berharap, pelaksanaan BSPS tahun ini berjalan lebih transparan dan akuntabel sehingga program bantuan perumahan tersebut tetap mendapat kepercayaan masyarakat.

“Kita tidak ingin program yang sejatinya sangat baik untuk membantu masyarakat miskin justru kehilangan kepercayaan publik akibat tata kelola yang buruk,” tandasnya.

Continue Reading

Politik

DPRD Sumenep Minta Disnaker Perketat Pengawasan Pembayaran THR

Published

on

PABIASA.COM, Sumenep – Anggota Komisi II DPRD Sumenep, Sulahuddin, meminta Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) setempat memperketat pengawasan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.

Menurutnya, pengawasan harus dilakukan secara aktif. Tujuannya agar tidak ada perusahaan yang menunda, mencicil, atau bahkan mengabaikan kewajiban membayar THR kepada pekerja.

THR, tambah dia, merupakan hak normatif pekerja yang wajib dipenuhi sesuai peraturan perundang-undangan. Karena itu, ia meminta Disnaker tidak hanya sebatas memberikan imbauan.

“Jangan sampai ada THR terlambat, dicicil, atau pekerja tidak menerima haknya. Jika ada pelanggaran, Disnaker harus bertindak tegas,” ujar Sulahuddin di Sumenep, Rabu (4/3/2026).

Ia menilai, pengawasan perlu disertai monitoring langsung ke perusahaan-perusahaan. Terutama bagi perusahaan yang sebelumnya memiliki catatan keterlambatan dalam memenuhi hak pekerja.

Selain itu, Sulahuddin juga mendorong agar Disnaker membuka dan mengoptimalkan posko pengaduan. Layanan tersebut dinilai penting untuk menampung laporan pekerja yang tidak menerima THR sesuai ketentuan.

“Harus ada layanan pengaduan yang responsif. Pekerja jangan sampai bingung harus mengadu ke mana ketika haknya tidak dibayarkan,” tandasnya. (rzl/s3)

Continue Reading

Politik

Holik Gerindra Ingatkan Bupati Fauzi Tak Salah Pilih Sekda

Published

on

PABIASA.COM, Sumenep – Amggota Komisi I DPRD Sumenep, Holik, mengingatkan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, untuk tidak salah memilih sekretaris daerah (sekda) definitif.

Menurutnya, penetapan Sekda secara mutlak ada di tangan Bupati Fauzi. “Dia yang paling tahu, siapa dari tiga orang itu yang paling tepat untuk ditetapkan sebagai Sekda Sumenep,” ujar Holik, Kamis (19/2/2026).

Politisi Gerindara tersebut mengungkapkan bahwa pejabat yang layak duduk di kursi sekda adalah sosok yang paham visi-misi bupati.

“Fauzi pernah menjadi wabup dan bupati dua periode. Tentu, dia sudah kenal dan tahu karakter tiga pejabat itu. Kami minta jangan sampai salah pilih, tendensius dan tidak objektif,” tuturnya.

“Jabatan sekda cukup krusial di pemerintahan. Kami berharap pilihan bupati terbaik untuk Sumenep ke depan,” imbuhnya.

Seperti diketahui, berdasarkan hasil seleksi lanjutan yang tertuang dalam Pengumuman Nomor: 20/PANSEL JPT PRATAMA-SMP/II/2026 tertanggal 18 Februari 2026, ada tiga nama calon sekdar. Di antaranya, (1) Agus Dwi Saputra, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, (2) Chainur Rasyid, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian dan (3) R. Abd Rahman Riadi, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. (rzl/s3)

Continue Reading

Trending