Connect with us

Politik

Nomor Urut 2 Bawa Keberkahan bagi Khofifah-Emil dan Paslon Pilkada Bojonegoro-Tuban

Published

on

BOJONEGORO – Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak, mendapat nomor urut 2 di Pilgub Jawa Timur 2024.

Menurut Anggota DPRD Jawa Timur dari Daerah Pemilihan Bojonegoro-Tuban, Budiono, nomor itu diyakini membawa keberkahan dan kemenangan besar, tidak hanya bagi Khofifah-Emil, tetapi juga bagi pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono-Nurul Azizah, dan pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky-Joko Sarwono, yang diusung oleh Partai Gerindra.

Menariknya, baik Setyo Wahono-Nurul Azizah maupun Aditya Halindra Faridzky-Joko Sarwono juga mendapatkan nomor urut 2 dalam pengundian yang diselenggarakan KPU Bojonegoro dan Tuban untuk Pilkada Serentak 2024.

“Ini akan memudahkan kita untuk memenangkan Khofifah-Emil, serta pasangan Setyo Wahono-Nurul Azizah di Bojonegoro dan Aditya Halindra-Joko Sarwono di Tuban pada Pilkada serentak 27 November 2024,” ujar Budiono, Rabu (25/9/2024).

“Satu tarikan nafas, kita akan menang di Pilgub Jatim, Pilkada Bojonegoro, dan Pilkada Tuban nanti,” tambahnya.

Sebagai politisi senior Partai Gerindra, Budiono meyakini, nomor urut yang sama akan memudahkan partai, relawan, dan pendukung dalam memobilisasi dukungan bagi Khofifah-Emil di Pilgub Jatim.

“Target kita adalah melebihi perolehan suara Prabowo-Gibran di Bojonegoro dan Tuban pada Pilpres lalu. Jika pada Pilpres, Prabowo-Gibran meraih 75,6 persen suara di Bojonegoro dan 69,7 persen di Tuban, maka di Pilgub Jatim kita targetkan lebih dari itu,” ujarnya optimis.

Budiono juga menekankan pentingnya mempertahankan perolehan suara tertinggi di Bojonegoro, yang pada pilpres mencatatkan angka tertinggi di Jawa Timur, untuk kemenangan Khofifah-Emil.

Meski optimistis dengan kemenangan di pilkada serentak, Budiono berharap pilkada tahun ini berjalan dengan aman dan damai, khususnya di Bojonegoro dan Tuban.

“Saya berharap masyarakat, terutama para pendukung pasangan calon, dapat menjaga suasana kondusif, menghindari saling serang, dan menjauhkan diri dari kampanye hitam serta politik adu domba. Mari kita ciptakan pilkada yang damai dan harmonis,” tandasnya.

Sebagai informasi, Pilgub Jawa Timur 2024 diikuti oleh tiga pasangan calon. Pasangan nomor urut 1 adalah Luluk Nurhamida dan Lukmanul Hakim yang diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Pasangan petahana Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak mendapat nomor urut 2, diusung oleh koalisi 15 partai politik, termasuk Gerindra, Golkar, Demokrat, Nasdem, PAN, PKS, PPP, PSI, Perindo, Partai Buruh, Gelora, PBB, PKN, Garuda, dan Prima.

Pasangan nomor urut 3 adalah Tri Rismaharini dan Zahrul Azhar Asumta (Gus Hans), yang diusung oleh PDI Perjuangan, Partai Hanura dan Partai Ummat. (yl/s3)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Politik

Legislator PKB Ini Minta Pengawasan Program BSPS 2026 di Sumenep Diperketat

Published

on

PABIASA.COM, Sumenep – Kabupaten Sumenep memperoleh alokasi Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) pada tahun 2026 sekitar 500 unit. Jumlah itu lebih sedikit dibandingkan kuota pada tahun 2024 sekitar 5.490 unit.

Anggota Komisi III DPRD Sumenep, Akhmadi Yasid, megatakan bahwa berkurangnya jumlah penerima bantuan justru dapat menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk memperbaiki tata kelola program BSPS secara menyeluruh.

Menurutnya, pengawasan terhadap pelaksanaan program tersebut perlu dilakukan sejak tahap awal guna mencegah terulangnya terjadinya dugaan penyimpangan.

“Jangan sampai pengawasan hanya menjadi formalitas administrasi, sementara problem di lapangan tetap terjadi. Kami minta pengawasannya diperketat dan efektif,” ujar Yasid di Sumenep, Kamis (14/5/2026).

Politisi PKB itu menegaskan, pengawasan tidak cukup sekadar dilakukan melalui pemeriksaan dokumen administrasi, akan tetapi pemerintah daerah juga mesti memastikan kualitas bangunan sesuai standar dan bantuan benar-benar diterima masyarakat yang berhak.

“Jangan sampai dana Rp250 juta (untuk pengawasan) hanya habis untuk rapat, perjalanan dinas atau laporan kertas semata. Sementara substansi pengawasannya lemah,” jelas Yasid.

Yasid juga berharap, pelaksanaan BSPS tahun ini berjalan lebih transparan dan akuntabel sehingga program bantuan perumahan tersebut tetap mendapat kepercayaan masyarakat.

“Kita tidak ingin program yang sejatinya sangat baik untuk membantu masyarakat miskin justru kehilangan kepercayaan publik akibat tata kelola yang buruk,” tandasnya.

Continue Reading

Politik

DPRD Sumenep Minta Disnaker Perketat Pengawasan Pembayaran THR

Published

on

PABIASA.COM, Sumenep – Anggota Komisi II DPRD Sumenep, Sulahuddin, meminta Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) setempat memperketat pengawasan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.

Menurutnya, pengawasan harus dilakukan secara aktif. Tujuannya agar tidak ada perusahaan yang menunda, mencicil, atau bahkan mengabaikan kewajiban membayar THR kepada pekerja.

THR, tambah dia, merupakan hak normatif pekerja yang wajib dipenuhi sesuai peraturan perundang-undangan. Karena itu, ia meminta Disnaker tidak hanya sebatas memberikan imbauan.

“Jangan sampai ada THR terlambat, dicicil, atau pekerja tidak menerima haknya. Jika ada pelanggaran, Disnaker harus bertindak tegas,” ujar Sulahuddin di Sumenep, Rabu (4/3/2026).

Ia menilai, pengawasan perlu disertai monitoring langsung ke perusahaan-perusahaan. Terutama bagi perusahaan yang sebelumnya memiliki catatan keterlambatan dalam memenuhi hak pekerja.

Selain itu, Sulahuddin juga mendorong agar Disnaker membuka dan mengoptimalkan posko pengaduan. Layanan tersebut dinilai penting untuk menampung laporan pekerja yang tidak menerima THR sesuai ketentuan.

“Harus ada layanan pengaduan yang responsif. Pekerja jangan sampai bingung harus mengadu ke mana ketika haknya tidak dibayarkan,” tandasnya. (rzl/s3)

Continue Reading

Politik

Holik Gerindra Ingatkan Bupati Fauzi Tak Salah Pilih Sekda

Published

on

PABIASA.COM, Sumenep – Amggota Komisi I DPRD Sumenep, Holik, mengingatkan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, untuk tidak salah memilih sekretaris daerah (sekda) definitif.

Menurutnya, penetapan Sekda secara mutlak ada di tangan Bupati Fauzi. “Dia yang paling tahu, siapa dari tiga orang itu yang paling tepat untuk ditetapkan sebagai Sekda Sumenep,” ujar Holik, Kamis (19/2/2026).

Politisi Gerindara tersebut mengungkapkan bahwa pejabat yang layak duduk di kursi sekda adalah sosok yang paham visi-misi bupati.

“Fauzi pernah menjadi wabup dan bupati dua periode. Tentu, dia sudah kenal dan tahu karakter tiga pejabat itu. Kami minta jangan sampai salah pilih, tendensius dan tidak objektif,” tuturnya.

“Jabatan sekda cukup krusial di pemerintahan. Kami berharap pilihan bupati terbaik untuk Sumenep ke depan,” imbuhnya.

Seperti diketahui, berdasarkan hasil seleksi lanjutan yang tertuang dalam Pengumuman Nomor: 20/PANSEL JPT PRATAMA-SMP/II/2026 tertanggal 18 Februari 2026, ada tiga nama calon sekdar. Di antaranya, (1) Agus Dwi Saputra, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, (2) Chainur Rasyid, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian dan (3) R. Abd Rahman Riadi, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. (rzl/s3)

Continue Reading

Trending