Rumpun
Ngaji Kebangsaan, Airlangga: Politik Kita Ini Mengalami Defisit Akal Budi

PABIASA.COM, Surabaya – Dosen Politik Universitas Airlangga (Unair), Airlangga Pribadi Kusman, Ph. D., mengatakan bahwa di tengah kondisi politik yang defisit rasionalitas, aktualisasi gagasan dan pemikiran Bung karno begitu penting.
“Jadi, sebetulnya, mengulas kembali gagasan-gagasan, pemikiran, konsepsi rasional dari ajarang Bung Karno ini menjadi penting. Apalagi kemudian ketika politik kita ini, sekarang itu, mengalami krisis dan defisit akal budi. Defisit rasionalitas,” ujar Airlangga saat menjadi pembicara dalam acara Ngaji Kebangsaan, Membaca ‘Dibawah Bendera Revolusi’ yang digelar Yayasan Pusat Studi Bung Karno (YPSBK) Madura di Pos Bloc Surabaya, Senin (23/9/2024) malam.
Menurut Airlangga, pandangan dan pemikiran Bung Karno selalu aktual dan relevan dalam membentuk karakter Bangsa Indonesia, terutama dalam melihat persoalan secara kritis.
“Karena dari pandangan-pandangan Bung Karno ini, kita juga akan menemukan pemikiran-pemikiran rasional yang genuine, yang membentuk bangsa Indonesia ini,” jelasnya.
“Sangat aktual dan sangat penting dan sangat relevan untuk melihat secara kritis persoalan-persoalan yang terjadi di Indonesia sekarang,” tambahnya.
Lebih jauh, Airlangga juga menjelaskan bahwa di era digital, pemikiran Bung Karno bisa menjadi filter dalam membaca informasi-informasi yang selamanya tidak benar.
“Dalam konteks digital, yang sering absen itu kan dengan banyaknya gelombang arus informasi yang berjejal-jejalan itu, kan kemudian kita dipaksa, dipengaruhi, dibentuk oleh berita-berita informasi yang tidak selamanya itu benar, selamanya itu rasional,” tuturnya.
“Nah, kerangka berpikir logis, rasional dari pikiran-pikiran Bung Karno itu akan menjadi filter, akan menjadi kerangka kita kemudian dalam mengunyah, dalam melihat, membaca arus dinamika yang muncul di dunia digital,” lanjutnya.
Ia pun berharap, kegiatan membaca “Dibawah Bendera Revolusi” dapat dilaksanakan secara bekelanjutan. “Saya berharap kegiatan ini terus dilakukan berkelanjutan. DBR dibaca per artikel. itu asyik,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Pembina Yayasan Pusat Studi Bung Karno (YPSBK) Madura, Darul Hasyim Fath, mengatakan bahwa gelaran “Ngaji Kebangsaan, Membaca Dibawah Bendera Revolusi” menjadi upaya membaca Sukarno sebagai teks sejarah.
“Buku Dibawah Bendera Revolusi adalah buah tangan dari dialektika sejarah yg mengiringi malang melintang Bung Karno sebagai suluh harapan republik ini,” ujar Darul.
Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep itu menegaskan bahwa generasi yang memilih di garis yang hendak meneguhkan ajaran marhaenisme sebagai bentuk afirmasi ideologi besar dunia yang dirangkum ke dalam lanskap politik Nusantara memerlukan kedalaman artikulasi.
“Karena itu pula ngaji buku DBR kita sepakati memerlukan keberlanjutan agar dipahami dengan kesungguhan oleh para penganut dan tak disalahpahami oleh mereka yang mengambil posisi berbeda dalam realitas pertarungan ideologi,” tandasnya. (yl/s3)
Rumpun
Peringati Hari Santri, ASN Banyuwangi Kenakan Busana ala Santri Selama Sepekan

PABIASA.COM, Banyuwangi – Peringatan Hari Santri di Banyuwangi selalu mendapat perhatian lebih dari Pemkab Banyuwangi. Berbagai kegiatan dilaksanakan untuk memeriahkannya, mulai Rembuk Santri, Santri Mengajar, pemeriksaan hingga para ASN lingkungan pemkab mengenakan pakaian ala santri mulai dari Senin – Sabtu (19-24 Oktober 2026).
Pelaksanaannya, ASN muslim laki-laki diwajibkan mengenakan sarung dan kemeja ala muslim, sedangkan ASN muslim perempuan mengenakan baju gamis muslimah. Sementara untuk ASN yang beragama lain menyesuaikan.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan kebijakan ini merupakan bentuk penghormatan terhadap peran dan kontribusi para santri dalam perjuangan bangsa serta pembangunan daerah. Berbagai kegiatan digelar untuk memperingati Hari Santri.
“Hari Santri di Banyuwangi selalu diperingati dengan meriah di Banyuwangi. Kami juga mengajak karyawan pemkab untuk mengenakan pakaian ala santri,” ujar Ipuk di Banyuwangi, Rabu (21/10/2026)
Menurutnya, berbagai kegiatan ini sebagai bentuk penghargaan terhadap sejarah panjang perjuangan kaum santri yang kontribusinya sangat besar dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Hari Santri, tambah dia, bukan sekedar peringatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk mengingat nilai-nilai luhur yang diwariskan para ulama dan santri. Seperti semangat pengabdian, kejujuran, kerja keras dan cinta tanah air.
“Nilai-nilai ini harus terus kita aktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari, nilai-nilai tersebut sangat relevan untuk terus diterapkan oleh ASN dalam menjalankan tugas pelayanan publik,” ujarnya.
Peringatan Hari Santri di Banyuwangi sendiri dimeriahkan dengan berbagai kegiatan mulai dari Cek Kesehatan Gratis 15 – 24 Oktober, Festival Anak Sholeh 18 Oktober, Santri Mengajar 19 Oktober, Rembuk Santri 20 Oktober, Pelatihan Masjid Affiliate 21 Oktober, Santri Enterpreneur 22 Oktober, dan puncaknya Upacara Hari Santri 22 Oktober. (ar/s3)
Rumpun
RSUD Moh Anwar Sumenep Raih Penghargaan Fasilitas Kesehatan Terbaik Program JKN 2026

PABIASA.COM, Sumenep – RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep mendapat apresiasi atas komitmennya dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Rumah sakit tersebut meraih penghargaan sebagai Fasilitas Kesehatan Terbaik dalam Pelayanan Kesehatan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Tingkat Cabang Tahun 2026, kategori Rumah Sakit Kelas B.
Penghargaan itu diberikan oleh BPJS Kesehatan Kantor Cabang Pamekasan. Dalam piagam penghargaan, penyerahan tercatat berlangsung di Pamekasan, 15 September 2026, dan ditandatangani oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pamekasan, dr. Galih Anjung Sari, AAK.
Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, M.Kes, menyampaikan rasa syukur atas penghargaan tersebut. Ia menilai, capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran rumah sakit dalam menjaga dan meningkatkan mutu pelayanan.
“Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi kebanggaan sekaligus amanah bagi kami. Semoga RSUD Sumenep tetap amanah dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ujar dr. Erliyati.
Menurutnya, penghargaan tersebut tidak boleh dipandang sebagai akhir dari upaya peningkatan layanan. Sebaliknya, capaian itu menjadi motivasi untuk terus melakukan evaluasi, pembenahan, dan menghadirkan pelayanan yang lebih baik bagi pasien, khususnya peserta JKN.
“Bismillah, kami akan terus melayani masyarakat dengan sepenuh hati. Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang profesional, bermutu, dan berorientasi pada keselamatan serta kepuasan pasien,” lanjut dia.
Penghargaan dari BPJS Kesehatan ini diharapkan semakin memperkuat komitmen RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep dalam mendukung penyelenggaraan Program JKN serta meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Sumenep. (mns/s3)
Rumpun
Bupati Sumenep Minta Pengelola Wisata Tingkatkan Pelayanan dan Jaga Kebersihan

PABIASA.COM, Sumenep – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, meminta pengelolaan destinasi wisata mningkatkan pelayanan, baik dari kelengkapan fasilitas maupun kebersihan lingkungan, agar pengunjung merasa nyaman.
Menurut Fauzi, kelengkapan fasilitas hingga kebersihan kawasan wisata menjadi faktor penting untuk menarik minat wisatawan sekaligus memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat sekitar.
“Pengelolaan yang baik itu penting,” ujar Fauzi di Sumenep, Jumat (15/5/26).
Kabupaten Sumenep, lanjut dia, memiliki banyak potensi wisata menarik dan beragam. Ia menegaskan, seluruh potensi tersebut harus dikelola secara maksimal dan profesional agar mampu bersaing dan menjadi tujuan wisata unggulan.
Fauzi juga mendorong Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) untuk melakukan pengawasan serta pengecekan lapangan secara berkala untuk memastikan seluruh destinasi wisata tetap terjaga kualitasnya.
“Jika wisata dikelola dengan baik, maka pengunjung akan merasa nyaman dan tentunya berdampak pada peningkatan ekonomi warga sekitar,” terangnya.
Fauzi berharap, seluruh pihak, baik pengelola maupun masyarakat, ikut menjaga kebersihan dan mendukung pengembangan sektor pariwisata demi kemajuan daerah. (rzl/s3)
Pemerintahan3 tahun agoDishub Jatim Targetkan Trans Jatim Koridor V Beroperasi, Mahfud Harap Ada Pembenahan Terminal
Rumpun3 tahun agoCegah Efek Negatif Nikah Usia Dini, Mahfud Minta Pemprov Jatim Gencarkan Sosialisasi
Pemerintahan2 tahun agoSumenep Buka Rekrutmen PPPK dan CPNS, Ini Formasi yang Dibutuhkan
Pendidikan2 tahun agoMahfud Sosialisasi Pendidikan Karakter, Bangun Kesadaran Generasi Muda
Opini3 tahun agoStatistik Kemiskinan
Rumpun3 tahun agoDi Pendopo Sumenep, Ratusan Anak Antusias Mengikuti Lomba Melukis dan Mewarnai
Opini3 tahun agoUpaya Mengelak dari Money Politics
Budaya3 tahun agoMerawat Budaya, Pemkab Sumenep Gelar Festival Klenengan Dolanan















