Politik
Dukung Ganjar-Mahfud, Aktivis AMPMR: Programnya Pro-Rakyat Kecil

SUMENEP – Ratusan kader PMII yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pergerakan Madura Raya (AMPMR) mendeklarasikan dukungan pada pasangann calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD, di Cafe TopMarkotop, Bataal Barat, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, Sabtu (27/1/2024).
Koordinator AMPMR, Rofiqi, mengatakan bahwa deklarasi dukungan pada Ganjar-Mahfud karena keduanya merupakan dua sosok pemimpin yang ideal untuk Indonesia Emas 2045. Keduanya sama-sama memiliki komitmen dalam penegakan hukum yang jujur dan adil.
“Pak Ganjar dan Pak Mahfud tidak memiliki rekam jejak yang jelek di masa lalu. Tidak pernah memiliki masalah dengan hukum. Keduanya juga tidak pernah berafiliasi, dan tidak pernah membangun komunikasi dengan kelompok-kelompok radikal dan intoleran,” ujarnya.
Aktivis PMII Sumenep itu juga menjelaskan bahwa Mahfud MD adalah kader NU tulen dan salah satu orang yang sangat dekat dengan Gus Dur. Selain itu, tambah Rofiqi, program-program pasangan Ganjar-Mahfud sangat pro-rakyat.
“Ada beberapa program unggulan dari paslon 3 ini, saya lihat pro rakyat kecil, seperti KTP Sakti, yang bisa memastikan bantuan tepat sasaran; program 1 Keluarga Miskin 1 Sarjana; program penghapusan kredit macet petani dan nelayan; ada program insentif untuk guru ngaji,” jelasnya.
Rofiqi juga mengajak seluruh elemen masyarakat Madura untuk bergotong royong memenangkan Mahfud MD. Menurutnya, Mahfud MD sebagai orang Madura menjadi simbol pengakuan atas ketokohan orang Madura untuk berbakti dan mengabdi pada negara dan bangsa.
“Kita semua wajib mendukung beliau. Kalau di 2024 ini beliau gagal, maka 100 tahun yang akan datang belum tentu Madura akan memiliki sosok seperti beliau yang bisa menjadi pemimpin di negeri ini,” tuturnya.
Sementara di tempat terpisah, Ketua TPD Ganjar-Mahfud Sumenep, KH. Qusyairi Zaini, menyambut baik dukungan dari para aktivis mahasiswa tersebut. Menurutnya, dukungan itu tidak hanya jadi bukti Ganjar-Mahfud merupakan sosok yang ideal untuk memimpin Indonesia. Tetapi juga jadi bukti mahasiswa masih memegang prinsip dan idealismenya.
“Dukungan dari sahabat-sahabat aktivis ini membuktikan bahwa paslon nomor urut 3 bisa diterima dengan baik di kalangan aktivis muda kita, atau yang dikenal dengan pemilih gen-Z,” ujarnya.
“Saya sebagai Ketua TPD Sumenep untuk Ganjar-Mahfud, merasa bangga sekaligus terharu, karena mereka mengadakan acara tersebut atas dasar panggilan hati nurani, tanpa adanya paksaan dari pihak manapun,” tandas pria yang juga menjabat Ketua Bamusi Sumenep. (s3)
Politik
Legislator PKB Ini Minta Pengawasan Program BSPS 2026 di Sumenep Diperketat

PABIASA.COM, Sumenep – Kabupaten Sumenep memperoleh alokasi Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) pada tahun 2026 sekitar 500 unit. Jumlah itu lebih sedikit dibandingkan kuota pada tahun 2024 sekitar 5.490 unit.
Anggota Komisi III DPRD Sumenep, Akhmadi Yasid, megatakan bahwa berkurangnya jumlah penerima bantuan justru dapat menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk memperbaiki tata kelola program BSPS secara menyeluruh.
Menurutnya, pengawasan terhadap pelaksanaan program tersebut perlu dilakukan sejak tahap awal guna mencegah terulangnya terjadinya dugaan penyimpangan.
“Jangan sampai pengawasan hanya menjadi formalitas administrasi, sementara problem di lapangan tetap terjadi. Kami minta pengawasannya diperketat dan efektif,” ujar Yasid di Sumenep, Kamis (14/5/2026).
Politisi PKB itu menegaskan, pengawasan tidak cukup sekadar dilakukan melalui pemeriksaan dokumen administrasi, akan tetapi pemerintah daerah juga mesti memastikan kualitas bangunan sesuai standar dan bantuan benar-benar diterima masyarakat yang berhak.
“Jangan sampai dana Rp250 juta (untuk pengawasan) hanya habis untuk rapat, perjalanan dinas atau laporan kertas semata. Sementara substansi pengawasannya lemah,” jelas Yasid.
Yasid juga berharap, pelaksanaan BSPS tahun ini berjalan lebih transparan dan akuntabel sehingga program bantuan perumahan tersebut tetap mendapat kepercayaan masyarakat.
“Kita tidak ingin program yang sejatinya sangat baik untuk membantu masyarakat miskin justru kehilangan kepercayaan publik akibat tata kelola yang buruk,” tandasnya.
Politik
DPRD Sumenep Minta Disnaker Perketat Pengawasan Pembayaran THR

PABIASA.COM, Sumenep – Anggota Komisi II DPRD Sumenep, Sulahuddin, meminta Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) setempat memperketat pengawasan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.
Menurutnya, pengawasan harus dilakukan secara aktif. Tujuannya agar tidak ada perusahaan yang menunda, mencicil, atau bahkan mengabaikan kewajiban membayar THR kepada pekerja.
THR, tambah dia, merupakan hak normatif pekerja yang wajib dipenuhi sesuai peraturan perundang-undangan. Karena itu, ia meminta Disnaker tidak hanya sebatas memberikan imbauan.
“Jangan sampai ada THR terlambat, dicicil, atau pekerja tidak menerima haknya. Jika ada pelanggaran, Disnaker harus bertindak tegas,” ujar Sulahuddin di Sumenep, Rabu (4/3/2026).
Ia menilai, pengawasan perlu disertai monitoring langsung ke perusahaan-perusahaan. Terutama bagi perusahaan yang sebelumnya memiliki catatan keterlambatan dalam memenuhi hak pekerja.
Selain itu, Sulahuddin juga mendorong agar Disnaker membuka dan mengoptimalkan posko pengaduan. Layanan tersebut dinilai penting untuk menampung laporan pekerja yang tidak menerima THR sesuai ketentuan.
“Harus ada layanan pengaduan yang responsif. Pekerja jangan sampai bingung harus mengadu ke mana ketika haknya tidak dibayarkan,” tandasnya. (rzl/s3)
Politik
Holik Gerindra Ingatkan Bupati Fauzi Tak Salah Pilih Sekda

PABIASA.COM, Sumenep – Amggota Komisi I DPRD Sumenep, Holik, mengingatkan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, untuk tidak salah memilih sekretaris daerah (sekda) definitif.
Menurutnya, penetapan Sekda secara mutlak ada di tangan Bupati Fauzi. “Dia yang paling tahu, siapa dari tiga orang itu yang paling tepat untuk ditetapkan sebagai Sekda Sumenep,” ujar Holik, Kamis (19/2/2026).
Politisi Gerindara tersebut mengungkapkan bahwa pejabat yang layak duduk di kursi sekda adalah sosok yang paham visi-misi bupati.
“Fauzi pernah menjadi wabup dan bupati dua periode. Tentu, dia sudah kenal dan tahu karakter tiga pejabat itu. Kami minta jangan sampai salah pilih, tendensius dan tidak objektif,” tuturnya.
“Jabatan sekda cukup krusial di pemerintahan. Kami berharap pilihan bupati terbaik untuk Sumenep ke depan,” imbuhnya.
Seperti diketahui, berdasarkan hasil seleksi lanjutan yang tertuang dalam Pengumuman Nomor: 20/PANSEL JPT PRATAMA-SMP/II/2026 tertanggal 18 Februari 2026, ada tiga nama calon sekdar. Di antaranya, (1) Agus Dwi Saputra, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, (2) Chainur Rasyid, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian dan (3) R. Abd Rahman Riadi, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. (rzl/s3)
Pemerintahan2 tahun agoDishub Jatim Targetkan Trans Jatim Koridor V Beroperasi, Mahfud Harap Ada Pembenahan Terminal
Rumpun2 tahun agoCegah Efek Negatif Nikah Usia Dini, Mahfud Minta Pemprov Jatim Gencarkan Sosialisasi
Pemerintahan2 tahun agoSumenep Buka Rekrutmen PPPK dan CPNS, Ini Formasi yang Dibutuhkan
Pendidikan2 tahun agoMahfud Sosialisasi Pendidikan Karakter, Bangun Kesadaran Generasi Muda
Rumpun2 tahun agoDi Pendopo Sumenep, Ratusan Anak Antusias Mengikuti Lomba Melukis dan Mewarnai
Opini2 tahun agoStatistik Kemiskinan
Opini2 tahun agoUpaya Mengelak dari Money Politics
Budaya2 tahun agoMerawat Budaya, Pemkab Sumenep Gelar Festival Klenengan Dolanan





















