Politik
Erma DPRD Jatim Ajak Masyarakat Galakkan Pertanian Organik

PABIASA.COM, Tulungagung – Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur, Erma Susanti, menggelar sosialisasi dengan tema “Memperkuat Kedaulatan Pangan Menuju Keamanan Nasional” di Aulan Barn Meeting dan Convention Tulungagung, pada Minggu (19/10/2025).
“Ini adalah kegiatan untuk memberikan informasi terkait program Pemprov yang bisa diakses masyarakat,” ujar Erma.
Menurutnya, pemerintah pusat menargetkan pada 2027 harus benar-benar mandiri di bidang pangan atau berdaulat di bidang pangan. Hal itu selaras dengan peringatan yang disampaikan oleh badan pangan dunia (FAO) bahwa perang ke depan bukan perebutan sumber daya alam, tapi perang pangan.
“Perang ke depan buka perang senjata, tapi perang embargo, sehingga negara yang tidak mandiri di bidang pangan akan mengalami kelangkaan pangan,” jelasnya.
Di sisi lain, pertanian yang tidak ramah lingkungan harus dihentikan karena pemberian pupuk kimia yang berlebihan akan merusak unsur hara dan produktivitas yang dihasilkan juga akan menurun. Apalagi penduduk juga semakin banyak karena angka harapan hidup manusia di Indonesia saat ini meningkat antara 72 hingga 75 tahun.
“Tingginya jumlah penduduk, maka akan diikuti dengan meningkatnya kebutuhan pangan. Jika kebutuhan pangan tidak terpenuhi maka akan mengancam keamanan nasional,” urainya.
Presiden Prabowo Subianto, lanjut Erma, telah menginstruksikan tahun 2027 mendatang tidak boleh melakukan impor pangan, sehingga pemerintah saat ini menggalakkan gerakan ketahanan pangan dengan meningkatkan produktivitas sumber pangan.
“Teknologi pertanian Indonesia harus ditingkatkan, dan kita harus menyadari bahwa perang ke depan adalah perang pangan. Bahkan konglomerat besar dunia saat ini investasinya juga pada sektor pangan,” ucapnya. (sn/s3)
Politik
Agus DPRD Sumenep Minta PDAM Sumekar Bergerak Cepat Atasi Krisis Air di Pinggir Papas

PABIASA.COM, Sumenep – Keluhan warga soal macetnya air bersih di Desa Pinggir Papas, Kecamatan Kalianget, mendapatkan atensi serius dari legislatif.
Anggota Komisi II DPRD Sumenep, Agus Hariyanto, mendesak PDAM Sumekar segera menuntaskan persoalan yang sudah berlangsung berbulan-bulan itu. Ia menegaskan air bersih merupakan hak dasar warga yang tidak boleh diabaikan.
“Air ini merupakan kebutuhan dasar manusia, terutama bagi warga Pinggir Papas yang sepenuhnya bergantung pada pasokan dari PDAM,” ujarnya, pada Selasa (11/11/2025).
Menurutnya, gangguan distribusi air yang terus berulang menandakan ada persoalan mendasar dalam sistem manajemen maupun teknis distribusi PDAM.
“Semoga ini menjadi bahan evaluasi bagi manajemen PDAM, karena keluhan warga seperti ini bukan yang pertama kali. Ini kesempatan bagi PDAM untuk berbenah dan memperbaiki kualitas layanannya,” tegasnya.
Agus juga menegaskan, jika dalam waktu dekat belum ada perubahan signifikan, pihaknya akan memanggil manajemen PDAM untuk meminta penjelasan resmi.
“Kami di Komisi II akan memanggil PDAM untuk mendengar langsung penjelasan dan mencari solusi konkret penyelesaiannya,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Pinggir Papas, H. Ubaid Abdul Hayat, mengaku warganya sudah cukup lama kesulitan mendapatkan air bersih dari PDAM.
“Sudah seminggu airnya benar-benar mati. Banyak warga mengadu. Bahkan kemarin ibu-ibu sudah siap datang ke PDAM, tapi saya tahan dulu karena ingin diselesaikan secara baik-baik,” ungkapnya.
“Kasihan masyarakat. Ini kebutuhan dasar, tidak bisa ditunda-tunda,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Utama PDAM Sumekar, Febmi Noerdiansyah, menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan pengecekan di lapangan untuk mencari sumber gangguan distribusi.
“Setiap hari tim kami turun. Kendalanya, titik kebocorannya belum ketemu,” jelas Febmi.
Ia mengatakan, PDAM telah menambah distribusi air dari Kalianget menuju wilayah terdampak. Sebagian dusun sudah mulai teraliri, meski tekanan air belum stabil. PDAM, lanjutnya, akan terus menelusuri kebocoran dan memastikan pasokan air bersih segera normal kembali.
“Kalau masih ada warga yang airnya belum keluar, mohon laporkan alamatnya ke kami supaya bisa langsung dicek,” tandasnya. (rf/s3)
Politik
Presiden Prabowo Nyatakan Dirinya Tidak Dikendalikan Jokowi

PABIASA.COM, Banten – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan dirinya tidak dikendalikan oleh mantan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).
Hal itu disampaikan Prabowo dalam pidatonya saat meresmikan pabrik Lotte Chemical Indonesia di Cilegon, Banten, pada Kamis (6/11/2025).
“Saya bukan, Prabowo takut sama Jokowi, Prabowo masih dikendalikan Jokowi. Tidak ada itu. Pak Jokowi itu tidak pernah menitip apa-apa sama saya. Ya, saya harus katakan yang sebenarnya,” ujarnya.
Prabowo menambahkan, dirinya prihatin dengan fenomena yang terjadi belakangan ini, di mana sebagian masyarakat mulai kehilangan rasa hormat terhadap pemimpinnya.
“Saya lihat mulai ada budaya yang tidak baik, pemimpin dikuyu-kuyu, dicari-cari. Saat berkuasa disanjung, setelah itu dicela. Ini budaya yang harus diubah,” tegasnya.
Ia juga memuji kinerja Jokowi selama 10 tahun memimpin Indonesia, terutama dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
“Beliau memimpin 10 tahun. Diakui dunia, inflasi di bawah beliau cukup bagus, pertumbuhan bagus,” kata Prabowo.
Sebelumnya, Prabowo kerap dinarasikan oleh sejumlah pihak sebagai sosok yang berada di bawah pengaruh Jokowi, terutama sejak ia digandeng menjadi calon presiden dalam Pilpres 2024 lalu. (rf/s3)
Politik
Rahman DPRD Sumenep: Resolusi Jihad Adalah Bukti Santri Punya Semangat Nasionalisme

PABIASA.COM, Sumenep – Perjuangan santri memiliki peran besar dalam mempertahankan kemerdekaan dan membangun peradaban bangsa Indonesia.
Resolusi Jihad yang digagas oleh para ulama dan santri pada 22 Oktober 1945 menjadi tonggak penting dalam perjuangan mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Hal itu disampaikan anggota DPRD Sumenep, Abd. Rahman, pada momentum Hari Santri Nasional, pada Rabu (22/10/2025).
“Peristiwa Resolusi Jihad adalah bukti nyata bahwa santri bukan hanya ahli dalam bidang agama, tetapi juga memiliki semangat juang dan nasionalisme tinggi dalam membela tanah air,” ujarnya.
Ia menambahkan, nilai-nilai perjuangan santri, seperti keikhlasan, kemandirian dan pengabdian kepada bangsa, harus terus diwariskan pada generasi muda.
“Santri harus menjadi teladan dalam pengabdian dan kerja nyata. Semangat perjuangan itu jangan berhenti di pesantren, tetapi diwujudkan dalam kontribusi nyata untuk masyarakat dan negara,” terangnya.
Santri, tambah dia, di tengah era digital punya tanggung jawab motal untuk menjadi pribadi yang tangguh dan adaptif. Santri harus menjadi generasi yang berdaya saing di bidang teknologi, ekonomi, dan sosial kemasyarakatan.
Rahman juga mengajak generasi muda, khususnya para santri, untuk tidak larut dalam arus budaya instan yang menggerus semangat juang. Ia menilai, generasi santri memiliki potensi besar untuk menjadi pelopor perubahan positif.
“Kontribusi santri terhadap kemajuan bangsa sangat besar. Dari pesantren lahir tokoh-tokoh nasional yang berperan dalam pembangunan dan menjaga keutuhan NKRI,” tandasnya. (rzl/s3)
Pemerintahan2 tahun agoDishub Jatim Targetkan Trans Jatim Koridor V Beroperasi, Mahfud Harap Ada Pembenahan Terminal
Rumpun2 tahun agoCegah Efek Negatif Nikah Usia Dini, Mahfud Minta Pemprov Jatim Gencarkan Sosialisasi
Pemerintahan2 tahun agoSumenep Buka Rekrutmen PPPK dan CPNS, Ini Formasi yang Dibutuhkan
Pendidikan2 tahun agoMahfud Sosialisasi Pendidikan Karakter, Bangun Kesadaran Generasi Muda
Rumpun2 tahun agoDi Pendopo Sumenep, Ratusan Anak Antusias Mengikuti Lomba Melukis dan Mewarnai
Opini2 tahun agoStatistik Kemiskinan
Opini2 tahun agoUpaya Mengelak dari Money Politics
Budaya2 tahun agoMerawat Budaya, Pemkab Sumenep Gelar Festival Klenengan Dolanan





















