Connect with us

Pemerintahan

Di Sidang Bersama DPR-DPD RI, Puan Sampaikan Ucapan Selamat pada Prabowo-Gibran

Published

on

PABIASA.COM, Jakarta – DPR RI dan DPD RI menggelar Sidang Bersama 2024, Jumat (16/8/2024). Dalam pidatonya, Ketua DPR RI sekaligus Pimpinan Sidang Bersama, Puan Maharani, menyinggung proses penyelenggaraan pemilihan umum (pemilu) tahun 2024 yang dinilai harus menjadi autokritik (koreksi diri).

“Pada awal tahun ini, kita bangsa dan negara Indonesia, telah melaksanakan agenda nasional yang penting dan strategis, yang akan menentukan jalannya penyelenggaraan pemerintahan negara 5 tahun ke depan, yaitu pemilihan umum untuk presiden dan wakil presiden, serta memilih anggota legislatif DPR RI, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota,” ujar Puan di awal pidatonya.

Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dihadiri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wapres Ma’ruf Amin, jajaran Menteri Kabinet Indonesia Maju serta pimpinan lembaga/instansi Negara. Di antaranya seperti Menhan Prabowo Subianto yang juga Presiden terpilih, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Sejumlah mantan presiden dan mantan wakil presiden pun turut menjadi tamu undangan. Mereka yang hadir adalah Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Wapres ke-6 RI, Try Sutrisno, Wapres ke-10 dan 12 RI, Jusuf Kalla, dan Wapres ke-11 RI, Boediono.

Pada Sidang Bersama DPR-DPD ini, Puan kemudian mengucapkan selamat kepada presiden dan wakil presiden terpilih pada Pilpres 2024 yang akan dilantik pada Oktober mendatang. Ia juga memberi selamat kepada seluruh anggota legislatif terpilih untuk periode 2024-2029, baik anggota DPR RI dan DPRD.

“Kita ucapkan selamat kepada Saudara Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sebagai presiden dan wakil presiden terpilih. Kita juga ucapkan selamat kepada Saudara / Saudari yang terpilih menjadi anggota DPR RI dan DPRD periode mendatang,” tuturnya.

Puan mengatakan, pelaksanaan pemilu, bagi rakyat adalah pesta demokrasi, di mana rakyat dianggap menjadi penting. Sebab rakyat diundang oleh setiap calon melalui berbagai hiburan, konsumsi, hingga oleh-oleh.

“Rakyat bergembira menikmati pesta demokrasi. Para calon pun berupaya menyenangkan pemilih agar dapat merebut suaranya, berusaha tampil simpatik, foto diri yang terbaik dipajang sampai ke pelosok-pelosok, rumah makan, pohon-pohon jadi korban, tiang listrik penuh tempelan. Semua cara dilakukan untuk mendapatkan suara rakyat,” paparnya.

“Bagi yang berhasil dalam pemilu, semua hal menjadi indah untuk dikenang, sementara bagi yang belum berhasil, merasa serba sulit. Sulit makan, sulit tidur, bahkan ada yang sulit untuk bangkit kembali,” sambungnya.

Puan menilai, ada banyak peristiwa yang terjadi dalam pelaksanaan Pemilu 2024 lalu. Berbagai tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia pada Pemilu 2024 dinilai harus menjadi koreksi diri bagi semua. “Itulah potret Pemilu 2024; haruslah menjadi kritik dan autokritik bagi kita semua,” tegasnya.

“Pemilu 2024 telah berakhir, rakyat telah menggunakan hak kedaulatannya dan memberikan pilihannya, rakyat telah menilai dan memilih. Rakyat tidak dapat disalahkan atas pilihannya, apapun yang mendasari pertimbangannya,” sambung perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.

Menurut Puan, hal tersebut lantaran rakyat memilih atas dasar apa yang diketahui dan dipahaminya, terlepas dari kualitas atas apa yang diketahui dan dipahaminya. Ia juga menyinggung soal pemilu berkualitas yang tidak dapat hanya dilihat dari partisipasi rakyat dalam memilih.

“Akan tetapi harus dilihat dan dinilai juga dari kebebasan rakyat untuk memilih, yaitu apakah rakyat dapat memilih dengan bebas, jujur, adil, tanpa paksaan, tanpa dikendalikan, dan tanpa rasa takut,” urainya.

Puan menambahkan, menjaga dan menciptakan demokrasi yang berkualitas, semakin maju, dan mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan tanggung jawab bersama. Ia menyatakan, tanggung jawab bersama juga tentang menjaga dan menciptakan demokrasi beradab, termasuk mengenai etika dalam politik.

“Menang kalah selalu ada dalam pemilu. Kita dituntut untuk memiliki etika politik siap kalah dan siap menang. Etika politik yang sama juga menuntut pemilu dilaksanakan dengan memberikan kebebasan kepada rakyat untuk menjalankan kedaulatannya,” ungkap cucu Bung Karno itu.

Puan mengatakan, para pemangku kepentingan harus terus menyempurnakan pelaksanaan Pemilu yang semakin bebas, jujur dan adil untuk dapat mewujudkan kedaulatan rakyat. Lewat pelaksanaan Pemilu 2024, ia menilai ada banyak yang harus dijadikan pelajaran.

“Dalam pemilu, seharusnya rakyatlah yang jadi pemenang: menang karena dapat menjalankan hak kedaulatannya secara bebas, jujur dan adil. Sehingga berlaku adagium ‘Suara rakyat adalah suara Tuhan’ (Vox Populi, Vox Dei),” ucapnya.

Puan lalu mengingatkan, bulan November mendatang akan berlangsung pemilihan kepala daerah serentak sebagai bagian dari agenda demokrasi bangsa Indonesia di tahun 2024 ini. pemilu gubernur dan wakil gubernur akan dilaksanakan di 37 provinsi dan pemilihan bupati dan wakil bupati serta wali kota dan wakil wali kota di 508 kabupaten/kota.

Legislator dari Dapil Jawa Tengah itu berharap, pengalaman Pemilu 2024 dapat dijadikan evaluasi agar pelaksanaan proses demokrasi selanjutnya semakin baik. Puan menyebut, semua harus memiliki komitmen yang sama demi menjaga demokrasi di Indonesia.

“Kita semua berkomitmen, bahwa segala peristiwa yang terjadi dalam pelaksanaan pemilu legislatif dan pemilu presiden serentak pada bulan Februari 2024 yang lalu, baik yang manis, maupun yang pahit apalagi getir, untuk menjadi bahan introspeksi dan pelajaran penuh hikmah,” urainya.

“Yang sudah baik mari kita pertahankan, dan yang masih kurang baik, terutama yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi tentu harus kita perbaiki,” tambahnya.

Puan menyatakan, berdemokrasi bukan sekadar untuk memilih orang per orang untuk menjadi pemimpin melalui sebuah pemilu. “Tetapi berdemokrasi adalah bagaimana membangun sebuah peradaban bangsa yang bermartabat,” lanjutnya.

Sidang Bersama DPR-DPD RI sendiri turut mengundang para duta besar/kepala perwakilan negara sahabat dan ketua umum partai politik. Sidang Bersama kali ini merupakan sidang terakhir DPR-DPD periode 2019-2024. (rls/s3)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan

Bupati Sumenep Tinjau Perayaan Natal di Gereja Gunung Karmel

Published

on

PABIASA.COM, Sumenep – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, meninjau langsung perayaan Natal di Gereja Katolik Paroki Maria Gunung Karmel, Pabian, Rabu (24/12/2025) malam. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan perayaan Natal berjalan aman, tertib dan khidmat.

Dalam kesempatan itu, Fauzi menyampaikan Selamat Natal kepada seluruh umat Kristiani di Kabupaten Sumenep. Ia menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan toleransi antarumat beragama.

“Pemerintah daerah hadir untuk memastikan saudara-saudara kita dapat beribadah dengan aman dan nyaman. Natal adalah momentum memperkuat kasih, persaudaraan, dan kedamaian,” ujarnya.

Menurut Fauzi, kerukunan yang selama ini terjaga di Sumenep harus terus dirawat bersama. Ia berharap perayaan Natal membawa semangat baru untuk memperkuat kebersamaan dalam keberagaman.

“Perbedaan adalah kekuatan. Dengan saling menghormati, Sumenep akan tetap menjadi daerah yang damai dan harmonis,” jelasnya.

Bupati Fauzi hadir didampingi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Rombongan disambut hangat oleh Romo Kornelis Kopong Suban beserta pengurus gereja dan umat yang tengah mengikuti misa malam Natal.

“Kami merasa diperhatikan dan dilindungi. Ini menjadi tanda bahwa toleransi di Sumenep berjalan dengan sangat baik,” ujar Romo Kornelis.

Perayaan Natal di Gereja Gunung Karmel berlangsung khidmat dan penuh sukacita. Aparat keamanan tampak berjaga untuk memastikan kegiatan ibadah berjalan lancar hingga selesai. (rz/s3)

Continue Reading

Pemerintahan

Bupati Sumenep Terbitkan Surat Edaran Gerakan Ayah Ambil Rapor

Published

on

PABIASA.COM, Sumenep – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menghadirkan kebijakan baru di sektor pendidikan dan pengasuhan keluarga. Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menerbitkan Surat Edaran Nomor 43 Tahun 2025 tentang Gerakan Ayah Mengambil Rapor (GEMAR). Kebijakan ini diteken pada 13 Desember 2025.

Surat edaran tersebut ditujukan kepada seluruh unsur Forkopimda, DPRD, OPD, camat, hingga pimpinan satuan pendidikan dari PAUD sampai SMA sederajat, baik negeri maupun swasta.

GEMAR menegaskan pentingnya peran ayah dalam pendidikan anak. Kehadiran ayah saat pengambilan rapor dinilai menjadi bentuk keterlibatan langsung dalam tumbuh kembang dan pembentukan karakter anak.

“Peran ayah tidak hanya soal mencari nafkah. Ayah perlu hadir dan mengetahui perkembangan akademik serta karakter anak,” ujar Fauzi, pada Minggu (14/12/2025).

Kebijakan ini juga menjadi dukungan Pemkab Sumenep terhadap Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) yang digagas pemerintah pusat melalui BKKBN. Program tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI Nomor 14 Tahun 2025.

Melalui GEMAR, sekolah diimbau aktif mengundang ayah atau wali murid laki-laki saat pembagian rapor. Sekolah juga didorong mendokumentasikan kegiatan tersebut sebagai bagian dari kampanye pengasuhan ayah.

Pemkab Sumenep turut memberi perhatian kepada aparatur sipil negara. ASN laki-laki yang memiliki anak usia sekolah dianjurkan mengambil rapor anaknya secara langsung, dengan dukungan dispensasi dari pimpinan instansi.

“Saya minta pimpinan OPD memberi ruang bagi ASN yang menjalankan GEMAR. Ini investasi jangka panjang untuk kualitas sumber daya manusia,” jelas Fauzi.

Untuk penguatan pelaksanaan, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana ditunjuk sebagai penanggung jawab pelaporan. Dinas ini juga menjadi penghubung dengan sistem pelaporan BKKBN.

Melalui GEMAR, Pemkab Sumenep berharap tumbuh budaya pengasuhan yang lebih seimbang. Pemerintah daerah menilai keterlibatan ayah menjadi kunci dalam membangun generasi yang unggul dan berdaya saing.

“Ini bukan seremonial. Ayah harus hadir, peduli, dan menjadi teladan,” tandas Fauzi. (rzl/s3)

Continue Reading

Pemerintahan

Bupati Bangkalan Raih Penghargaan Innovative Government Award 2025

Published

on

PABIASA.COM, Bangkalan – Bupati Bangkalan Lukman Hakim resmi menerima penganugerahan Innovative Government Award (IGA) Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia pada Rabu (10/12/2025) di Jakarta.

Dalam ajang bergengsi tersebut, Kabupaten Bangkalan berhasil masuk dalam 10 besar kabupaten terinovatif se-Indonesia. Capaian ini tidak lepas dari konsistensi pemerintah daerah dalam mengembangkan berbagai program inovatif yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Bupati Lukman mengungkapkan, pada tahun ini total terdapat 232 inovasi berstatus terkirim dari berbagai urusan pemerintahan daerah. Pada urusan wajib pelayanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik lainnya sebagai bukti komitmen pemerintah daerah meningkatkan kualitas layanan publik secara berkelanjutan.

Dua inovasi unggulan yang menjadi penopang prestasi Bangkalan di tingkat nasional, yaitu (1) Bangga Command Center (Dinas Komunikasi dan Informatika), sebagai pusat integrasi informasi, pengawasan data, dan layanan cepat yang memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan dan responsif, dan (2) Rumah Daur Ulang (Dinas Lingkungan Hidup), sebuah inovasi pengelolaan sampah berbasis pemberdayaan masyarakat yang menumbuhkan pola hidup ramah lingkungan sekaligus memberikan nilai ekonomi dari hasil daur ulang.

Pada kesempatan yang sama, juga dilaksanakan penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat tentang Pembangunan Daerah dan Peningkatan Pelayanan Publik sebagai langkah memperkuat kolaborasi dan memperluas kerja sama inovasi antardaerah.

Bupati Lukman menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas penghargaan IGA 2025, terdapat peningkatan Indeks Inovasi Daerah. Ia menegaskan bahwa capaian ini merupakan buah dari kerja kolaboratif seluruh perangkat daerah serta dukungan penuh masyarakat Bangkalan.

“Penghargaan ini menjadi bukti bahwa Bangkalan terus bergerak menuju pemerintahan yang inovatif. Kami akan terus memperkuat budaya inovasi agar pelayanan publik semakin cepat, efektif, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar usai menerima penghargaan.

Dengan prestasi ini, Pemkab Bangkalan menegaskan komitmennya untuk meningkatkan ekosistem inovasi daerah dengan mendorong masing – masing perangkat daerah sedikitnya memiliki 2 (dua) inovasi di berbagai sektor.

Hal itu demi terwujudnya tata kelola pemerintahan yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing sebagai bukti bahwa Pemerintah Daerah hadir dalam upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat. (s3)

Continue Reading

Trending