Connect with us

Rumpun

Di Pendopo Sumenep, Ratusan Anak Antusias Mengikuti Lomba Melukis dan Mewarnai

Published

on

PABIASA.COM – Ratusan anak antusias mengikuti lomba melukis dan mewarnai tingkat TK dan RA, di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (23/01/2024).
Lomba itu merupakan rangkaian dari pameran lukis yang bertajuk Sumenep Pentahelix 2024.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep Edi Rasiyadi mengatakan, pemeran ini tidak sebatas sebagai media bagi para pelukis untuk memamerkan dan melelang hasil lukisannya, juga diharapkan dapat berdampak bagi para pelajar atau generasi muda untuk tertarik mendalami seni.

“Pameran ini sebagai upaya pemerintah dan komunitas perupa di daerah untuk memotivasi para pelukis dan pelajar supaya menciptakan karya seni yang bernilai tinggi,“ terangnya.

Edy memaparkan, kegiatan pameran lukis ini merupakan bagian untuk memberikan ruang kepada para pelajar agar menjadi perangsang sehingga dapat mengembangkan minat dan bakatnya dalam melukis.

“Sehingga lahir regenerasi pelukis daerah yang memiliki karya seni yang bernilai,” imbuhnya.

Diketahui, lomba melukis dan mewarnai ini dimulai sejak 22 hingga 26 Januari 2024. Dengan rangkaian acara; tanggal 23 Januari digelar mewarnai tingkat TK/RA, 24 Januari menggambar tingkat SD/MI dan 25 Januari adalah workshop seni rupa dasar tingkat guru TK/RA.(sid/ain)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Rumpun

Libur Nataru, Wisatawan Padati Destinasi dan Penginapan di Banyuwangi

Published

on

PABIASA.COM, Banyuwangi – Kabupaten Banyuwangi tetap menjadi pilihan bagi wisatawan untuk menghabiskan liburan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Penginapan, baik hotel maupun homestay, serta berbagai destinasi wisata di Banyuwangi dipadati wisatawan.

“Alhamdulillah masa liburan sekolah dan Nataru kali ini Banyuwangi tetap menjadi pilihan wisatawan untuk berlibur. Ini membawa berkah bagi masyarakat Banyuwangi. Semua destinasi wisata ramai. Hotel hingga homestay juga penuh, bahkan ada yang full booked sampai awal 2026,” ujar Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Sabtu (27/12/2025).

Ipuk juga mengingatkan para pelaku wisata, baik penginapan maupun destinasi, untuk terus memberikan pelayanan yang terbaik kepada wisatawan.

“Pemkab juga telah menerjunkan tim monitoring yang bertugas melakukan pengecekan rutin ke seluruh destinasi wisata,” jelasnya.

Sebelumnya, Pemkab Banyuwangi melakukan berbagai persiapan aspek hospitality menyambut libur Nataru. Seluruh Pokdarwis sudah berkonsolidasi dengan pemkab. Mulai dari kesiapan destinasi, atraksi wisata, hingga antisipasi lonjakan pengunjung.

Sejak masa libur sekolah mulai, Senin (22/12/2025) hingga Jumat (26/12/2025), keterisian hunian hotel meningkat. Rata-rata okupansi hotel tercatat di kisaran 83 hingga 100 persen. Bahkan, beberapa hotel dan vila telah fully booked hingga awal Januari 2026.

“Kamar kami sudah fully booked sejak awal Desember 2025 hingga 3 Januari 2026. Mayoritas tamu berasal dari luar kota,” ujar Executive Marketing Villa So Long, Imam Solehan.

Para wisatawan juga terlihat mengunjungi sejumlah wisata di wilayah kota. Salah satunya Putri, wisatawan asal Surabaya, yang sedang menikmati Pantai Pulau Santen.

“Banyuwangi tetap jadi pilihan liburan, selalu ada yang baru. Seperti Pulau Santen yang saya lihat di Tiktok. Saya tertarik ke sini sama keluarga. Pantainya rindang dan relatif bersih,” ujar Putri.

Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi, Taufik Rohman, mengatakan berdasarkan data sejumlah hotel bahkan mencatat okupansi maksimal.

Lintang Luku Resort dan Teras Hotel okupansinya mencapai 100 persen. Disusul Hotel Ketapang Indah dan Surya Jajag masing-masing 99 persen, Hotel Kokoon 87 persen, El Hotel 83 persen, dan Ilira 82 persen.

“Termasuk hunian homestay juga mengalami peningkatan,” kata Taufik.

Menurutnya, wisatawan yang datang, baik domestik maupun mancanegara, untuk menghabiskan libur akhir tahun di Banyuwangi.

Lonjakan kunjungan juga tercatat di hampir seluruh destinasi wisata. Bahkan, peningkatan pengunjung sudah terjadi sejak awal libur sekolah pada 22 Desember 2025.

“Rata-rata destinasi mengalami kenaikan kunjungan hingga 100 persen. Sejak 22 hingga 25 Desember kunjungan beberapa destinasi berdasarkan tiket masuk mencapai 21.553 pengunjung. Itu masih belum semua data masuk. Jumlah kunjungan akan terus meningkat hingga tahun baru,” jelasnya.

Seperti di kawasan wisata Ijen, yang menawarkan berbagai daya tarik, mulai dari Kawah Ijen, Taman Gandrung Terakota, Banyu Kuwung, Pemandian Alam Jopuro, Sendang Seruni, dan lainnya dalam tiap hari dikunjungi ribuan pengunjung.

“Tercatat selama lima hari (22-27 Desember 2025) wisatawan yang naik Ijen hampir 5 ribu wisatawan,” kata Taufik.

Demikian juga kunjungan destinasi lainnya seperti Pantai Grand Watu Dodol, Pantai Cacala, Pantai Pulau Merah, hingga Pulau Bedil juga meningkat. (ar/s3)

Continue Reading

Rumpun

Deteksi Dini Konflik Sosial, FKUB Sumenep Gelar Pelatihan Early Warning System

Published

on

PABIASA.COM, Sumenep – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sumenep menggelar pelatihan Early Warning System (EWS) konflik berdimensi agama, Rabu (24/12/2025). Kegiatan ini untuk memperkuat kapasitas deteksi dini dan pencegahan konflik sosial berbasis keagamaan di wilayah Kabupaten Sumenep.

Hadir dalam pelatihan tersebut, Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, H. Abdul Wasid, jajaran Forkopimda, Kepala Bappeda, seluruh penyuluh agama lintas iman se-Kabupaten Sumenep, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan, akademisi dan mahasiswa.

Ketua FKUB Sumenep, KHR. Achmad Qusyairi Zaini, menegaskan, kerukunan umat beragama bukanlah kondisi yang hadir secara alamiah, melainkan hasil dari kesadaran, pengelolaan dan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

“Kerukunan bukan sesuatu yang terjadi dengan sendirinya. Ia harus dirawat, dijaga dan disadari bersama. Perbedaan adalah takdir, dan persatuan adalah ikhtiar,” ujar Kiai Qusyai, sapaan akrabnya.

“Setiap konflik berdimensi agama selalu diawali oleh kegagalan kita membaca tanda-tanda sosial dan kegagalan kita berdialog sejak awal,” imbuhnya.

Ia menambahkan, keberagaman agama adalah realitas sekaligus amanah kebangsaan yang menuntut kedewasaan dalam bersikap. Menurutnya, Early Warning System bukan sekadar instrumen teknis, tetapi juga sikap batin dalam melihat perbedaan secara adil dan manusiawi.

“Pluralitas adalah kehendak sejarah dan kehendak Tuhan. Karena itu, tugas kita bukan menyeragamkan keyakinan, tetapi memastikan perbedaan tidak berubah menjadi permusuhan. Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha dan Kong Hu Cu hadir dengan bahasa iman yang berbeda, namun semuanya berujung pada satu nilai agung, yaitu perdamaian,” jelasnya.

“Ketika agama dijadikan alasan untuk saling mencurigai, di situlah kewajiban negara dan masyarakat untuk hadir menjaga martabat kemanusiaan,” lanjutnya.

Politisi PDIP itu menekankan, pencegahan konflik harus bertumpu pada dialog, etika dan kepekaan sosial lintas iman, bukan pada pendekatan reaktif yang justru memperlebar jarak antarumat beragama.

“FKUB berdiri untuk memastikan bahwa perbedaan iman tidak melahirkan ketegangan, tetapi menjadi sumber kebijaksanaan sosial. Deteksi dini berarti keberanian untuk mendengar, memahami, dan menyelesaikan persoalan sebelum membesar. Maka hari ini, dari Sumenep, kita nyatakan dengan tegas bahwa perdamaian bukan pilihan tambahan, melainkan kewajiban kebangsaan. Dan sesungguhnya hidup rukun adalah ibadah kemanusiaan,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, mengapresiasi peran FKUB sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas dan keharmonisan sosial. Ia menegaskan, pembangunan daerah hanya dapat berjalan optimal di atas fondasi kerukunan dan persatuan.

Melalui pelatihan ini, FKUB Sumenep berharap terbangun jejaring lintas agama dan lintas sektor yang semakin solid dalam merespons potensi konflik secara cepat, tepat, dan berkeadaban, demi terwujudnya kehidupan masyarakat Sumenep yang damai, inklusif dan berkeadilan. (rzl/s3)

Continue Reading

Rumpun

KH Washil dan KH Widadi Resmi Pimpin PCNU Sumenep 2025–2030

Published

on

PABIASA.COM, Sumenep – Konferensi Cabang Nahdlatul Ulama (Konfercab NU) Sumenep resmi menetapkan dua tokoh sebagai pimpinan PCNU Sumenep untuk masa khidmat 2025–2030.

Dalam forum yang digelar di Pondok Pesantren Annuqayah Latee, Guluk-Guluk, Ahad (7/12/2025) malam, KH Ahmad Washil Hasyim terpilih sebagai Rais Syuriah, sementara KH MD Widadi Rahim ditetapkan sebagai Ketua Tanfidziyah.

Pemilihan Rais Syuriah dilakukan melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) yang beranggotakan KH Hafidzi Sarbini, KH Abd A’la Basyir, KH Abdullah Kholil, KH Aminuddin Jazuli, serta KH Pandji Taufiq.

Setelah proses musyawarah, AHWA menetapkan KH Ahmad Washil Hasyim sebagai Rais PCNU Sumenep. Pada sesi berikutnya, pemilihan Ketua Tanfidziyah berlangsung melalui pemungutan suara perwakilan MWCNU.

KH MD Widadi Rahim meraih dukungan 12 suara, mengungguli KH Abdul Wasid 7 suara dan KH M. Bahrul Widad 5 suara.

Hasil tersebut kemudian disahkan oleh pimpinan sidang dari PWNU Jawa Timur yang dipimpin Sekretaris PWNU Jatim M Faqih, didampingi Sekretaris Sidang KH Ahsanul Haq.

“Dengan ini kita tetapkan KH MD Widadi Rahim sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Sumenep 2025–2030,” ujar M Faqih saat menutup sidang pleno.

Konfercab juga menetapkan Tim Formatur yang bertugas menyusun struktur kepengurusan PCNU Sumenep masa khidmat 2025–2030.

Susunannya sebagai berikut:

Ketua: KH Ahmad Washil Hasyim (Rais Terpilih)

Sekretaris: KH MD Widadi Rahim (Ketua Terpilih)

Anggota: KH Abdul Wasid

Anggota: Ketua MWCNU Gapura (Wilayah Timur)

Anggota: Ketua MWCNU Ganding (Wilayah Barat)

Anggota: Ketua MWCNU Batuputih (Wilayah Utara)

Anggota: Ketua MWCNU Giliraja (Wilayah Selatan)

Dengan terpilihnya dua figur sentral tersebut, PCNU Sumenep memasuki periode kepemimpinan baru yang diharapkan mampu memperkuat konsolidasi organisasi serta pengabdian keagamaan dan sosial di seluruh wilayah kabupaten. (rf/s3)

Continue Reading

Trending