Ekonomi
Berkat Bantuan KUR BRI, Owner Kopi Kelud Bangkalan Raih Sukses Besar

PABIASA.COM, Bangkalan – Sempat resah dan kehilangan semangat menghidupi keluarga, owner Kopi Kelud Bangkalan, Ar Abdul Adzim, meraih sukses berkat Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI.
Menurutnya, ide memulai usaha coffe shop-nya benar-benar dimulai dari nol dan hanya modal nekat. Dirinya bersama empat temannya sempat bingung, hingga akhirnya menemukan KUR BRI sebagai solusinya.
“Dulu itu benar-benar hanya modal nekat. Saya dan teman-teman nekat mengajukan KUR BRI dengan usaha yang beda-beda. Saat itu setiap orang hanya dapat mengajukan Rp25 juta,” ujar Adzim, Senin (5/8/2025).
Setelah berhasil mendapatkan KUR BRI, Adzim langsung memulai usaha coffe shop Kopi Kelud. Usaha yang ditekuninya bersama kawan-kawannya kini telah berkembang pesat dan bisa untung cuan hingga Rp1 juta setiap harinya.
“Selain KUR BRI, penggunaan QRIS melalui aplikasi BRImo juga memudahkan dirinya dalam melakukan transaksi pembayaran dengan pelanggan,” ucapnya.
Sementara Pemimpin Cabang BRI Bangkalan, Satrio Adrianto, mengatakan, keberadaan BRI untuk dekat dan membantu masyarakat, khususnya UMKM terus dikembangkan.
Melalui beragam program yang tersedia, Satrio berharap, masyarakat dapat memanfaatkan semua program itu dengan baik.
“Sudah banyak pengusaha UMKM yang mengakses KUR BRI untuk pengembangan usahanya. Kini mereka sudah sukses dan tinggal menikmati keuntungannya,” tandasnya. (hy/s3)
Ekonomi
Bapenda Sumenep Beri Penghargaan kepada Wajib Pajak Berprestasi

PABIASA.COM, Sumenep – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sumenep memberikan penghargaan kepada para wajib pajak berprestasi dalam mendukung optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD).
Penyerahan penghargaan dilakukan oleh Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, didampingi Kepala Bapenda Sumenep, Faruk Hanafi, pada upacara Peringatan Hari Jadi ke-756 Kabupaten Sumenep di halaman Kantor Bupati, pada Jumat (31/10/2025).
Beberapa kategori penerima penghargaan meliputi pembayaran Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) terbesar, pembayaran pajak jasa perhotelan terbesar, pajak jasa makanan dan minuman terbesar, serta pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) tercepat.
Kepala Bidang Pendapatan Bapenda Sumenep, Akh. Sugiharto, mengatakan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah daerah terhadap para wajib pajak yang telah taat dan berkontribusi nyata bagi pembangunan.
“Kami ingin memberikan motivasi kepada para wajib pajak agar terus berkomitmen memenuhi kewajibannya tepat waktu. Pajak daerah adalah sumber penting dalam mendukung pembangunan dan pelayanan publik di Sumenep,” ujar Sugiharto.
Ia berharap, pemberian penghargaan tersebut dapat menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat dan pelaku usaha dalam meningkatkan kepatuhan pajak.
“Semakin tinggi kesadaran masyarakat dalam membayar pajak, semakin kuat pula kemampuan daerah untuk membiayai berbagai program pembangunan,” tandasnya. (rf/s3)
Ekonomi
Lima Tahun Terakhir, Pertumbuhan Ekonomi Sumenep Terus Naik

PABIASA.COM, Sumenep – Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sumenep dalam lima tahun terakhir terus menunjukkan tren positif. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep mencatat, pada 2020, pertumbuhan ekonomi hanya sebesar 1,13 persen akibat kontraksi pandemi Covid-19.
Namun, pada 2021, ekonomi Sumenep berangsur pulih, tumbuh 2,61 persen, dan semakin menguat menjadi 3,11 persen pada 2022. Pada 2023, laju pertumbuhan ekonomi meningkat signifikan hingga mencapai 5,35 persen. Sedangkan pada 2024, ekonomi Sumenep tetap solid dengan capaian pertumbuhan 3,77 persen.
Kepala BPS Sumenep, Joko Santoso, menjelaskan, apabila pertumbuhan ekonomi dihitung tanpa sektor migas, kinerjanya bahkan mencapai 4,64 persen.
“Ini membuktikan bahwa kekuatan ekonomi Sumenep tidak hanya bertumpu pada sumber daya alam, tetapi juga pada sektor riil dan produktif,” ujarnya, Senin (28/4/2025).
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Sumenep berdasarkan harga berlaku tercatat sebesar Rp45.222,29 miliar. Sementara itu, PDRB atas dasar harga konstan mencapai Rp27.234,39 miliar.
Dari sisi struktur ekonomi, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan masih mendominasi dengan kontribusi sebesar 37,20 persen. Disusul sektor pertambangan dan penggalian sebesar 17,04 persen, perdagangan besar dan eceran serta reparasi kendaraan bermotor sebesar 12,79 persen, konstruksi sebesar 7,89 persen, dan industri pengolahan 6,73 persen.
“Kelima sektor ini berkontribusi hingga 81,64 persen terhadap perekonomian Sumenep,” tambah Joko.
Menanggapi capaian tersebut, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi yang stabil ini merupakan hasil nyata dari kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha dan masyarakat.
“Capaian ini bukan semata-mata angka, tetapi cermin dari kerja keras seluruh elemen masyarakat,” ujar Fauzi.
“Kami terus berkomitmen melanjutkan transformasi ekonomi, mempercepat pembangunan infrastruktur, memperkuat sektor produktif, dan mendorong pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah,” tambahnya.
Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep itu menegaskan, pemerintah daerah tidak hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada pemerataan hasil pembangunan agar dinikmati seluruh lapisan masyarakat.
“Kami ingin ekonomi yang inklusif. Tidak hanya tumbuh, tapi juga berkeadilan. Setiap warga harus bisa merasakan dampak positif dari pertumbuhan ini,” terangnya.
Bukti lain keberhasilan ini, lanjut Fauzi, adalah Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Sumenep yang kini menjadi salah satu yang terbaik di Jawa Timur. Per Agustus 2024, TPT Sumenep tercatat 1,69 persen, menurun dari 1,71 persen pada 2023.
“Kami bersyukur, angka pengangguran terus menurun. Ini menunjukkan bahwa peluang kerja semakin terbuka dan ekonomi daerah kita semakin bergerak dinamis,” tandasnya. (hz/s3)
Ekonomi
Awal Ramadan, Harga Beberapa Bahan Pokok di Pasar Banyuwangi Relatif Stabil

PABIASA.COM, Banyuwangi – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, bersama Forkopimda memantau ketersediaan bahan pokok di Pasar Blambangan, Kamis (6/3/2025). Ia memastikan stok dan harga bahan pokok terkendali sehingga inflasi akan terjaga.
Pantauan di pasar tersebut beberapa harga bahan pokok relatif stabil. Meski daya beli masyarakat cenderung turun pada awal Ramadan ini.
“Harga ada yang turun, naik sedikit, dan ada yang stabil. Ada beberapa barang permintaannya tetap, ada yang turun. Mungkin efek awal Ramadan,” ujar Ipuk.
“Tapi tetap kami akan pantau ini, baik dari stoknya maupun harganya. Agar mendekati Hari Raya semua terjaga. Tidak ada lonjakan harga,” lanjutnya.
Dari sisi suplai, mayoritas komoditas di pasar tersebut didapat langsung dari Banyuwangi. Meski, ada beberapa yang harus disuplai dari luar seperti daging sapi.
“Tadi ada keluhan dari pedagang, susah cari daging lokal Banyuwangi. Ini jadi evaluasi kami, Dinas Pertanian kami minta untuk intervensi,” tutur Ipuk.
Pantauan di Pasar Blambangan, sejumlah komoditas mengalami penurunan harga. Harga cabai rawit saat ini Rp60 ribu per kg. Sebelumnya, bahan makanan pedas itu harganya sempat meroket hingga Rp90 ribu. Sementara harga bahan pangan yang relatif stabil adalah bawang putih di angka Rp 38 ribu per kg dan daging sapi Rp 125 ribu per kg.
Ada juga komoditas yang harganya naik, seperti minyak goreng curah dari Rp19.700 per liter menjadi Rp 20.000 per liter. Kemudian gula dari Rp17.500 per kg menjadi Rp18.000 per kg. Harga bawang merah juga terpantau naik. (ar/s3)
Pemerintahan2 tahun agoDishub Jatim Targetkan Trans Jatim Koridor V Beroperasi, Mahfud Harap Ada Pembenahan Terminal
Rumpun2 tahun agoCegah Efek Negatif Nikah Usia Dini, Mahfud Minta Pemprov Jatim Gencarkan Sosialisasi
Pemerintahan2 tahun agoSumenep Buka Rekrutmen PPPK dan CPNS, Ini Formasi yang Dibutuhkan
Pendidikan2 tahun agoMahfud Sosialisasi Pendidikan Karakter, Bangun Kesadaran Generasi Muda
Rumpun2 tahun agoDi Pendopo Sumenep, Ratusan Anak Antusias Mengikuti Lomba Melukis dan Mewarnai
Opini2 tahun agoStatistik Kemiskinan
Opini2 tahun agoUpaya Mengelak dari Money Politics
Budaya2 tahun agoMerawat Budaya, Pemkab Sumenep Gelar Festival Klenengan Dolanan





















