Connect with us

Politik

Bupati dan Ketua DPRD Sumenep Kompak dan Akrab, Pengamat: Harapan akan Sumenep yang Maju

Published

on

PABIASA.COM, Sumenep – Momen keakraban dan kekompakan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, dan Ketua DPRD Sumenep, H. Zainal Arifin, pada perhelatan Festival Ketupat 2025 di Pantai Slopeng Kecamatan Dasuk beberapa waktu lalu, Senin (7/4/2025), mencuri perhatian.

Seperti diketahui, keduanya merupakan kader PDI Perjuangan Sumenep, yang saat ini sama-sama menduduki posisi strategi, baik di pemerintahan maupun di Partai.

Pengamat politik Universitas Wiraraja (Unija) Sumenep, Wilda Rasaili, mengatakan bahwa kekompakan keduanya memberikan harapan akan Sumenep yang mampu mengakselerasi kemajuan dan dan pemerataan pembangunan.

“Bangunan ideologis yang sama sebagai anak kandung PDIP akan memudahkan melakukan kerja politik dan birokrasi yang dinamis dan harmonis, tetapi tetap menjaga peran fungsi masing masing,” ujar Wilda, Selasa (8/4/2025).

Ia mengingatkan, tren baru tentang collaborative governance, agile governance, deliberative policy dapat dengan mudah terjalin karena masing-masing lembaga tertinggi pemerintah daerah memiliki paradigma politik yang sama dan untuk kepentingan publik.

“Karenanya, kedekatan ini dipandang penting untuk bisa diterjemahkan pada kinerja politik dan birokrasi yang lebih kompatibel merumuskan kepentingan publik serta mempercepat realisasi visi pemerintah daerah,” terangnya.

Alumni Pascasarjana UGM ini juga meyakini, kerja sama yang baik antara keduanya, dengan memainkan fungsi masing-masing, akan menghadirkan atmosfer politik yang lebih dinamis. Bahkan, tambahnya, jika kekompakan dua pucuk pimpinan tertinggi di Kabupaten Sumenep itu berhasil mewujudkan Sumenep yang maju dan sejahtera, akan berdampak terhadap citra dan elektoral PDIP.

“Jika ini terus terbangun dengan baik dan efektif, yang menarik dalam perspektif politik, yaitu tentang politik masa depan. Berarti PDIP cukup berhasil bukan hanya dalam politik, tetapi kerja birokrasi. Maka PDIP akan terus berpeluang menguasai agenda politik di sumenep,” tuturnya.

“Dan ini dalam jangka panjang akan mudah memunculkan alternatif kepemimpinan karena pada preode berikutnya, Bupati sekaligus Ketua DPC PDIP Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, tidak bisa lagi mencalonkan bupati lagi. Tentu, Ketua DPRD yang menjadi Bendahara PDIP juga menarik dalam perbincangan kepemimpinan Sumenep mendatang,” terangnya.

“Sekali lagi, publik akan melihat bagaimana momentum strategi ini dimanfaatkan untuk memuaskan publik dengan kompensasi akuntabilitas kinerja,” tandas alumni Pondok Pesantren Mathali’ul Anwar Sumenei ini. (rzl/s3)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Politik

Legislator PKB Ini Minta Pengawasan Program BSPS 2026 di Sumenep Diperketat

Published

on

PABIASA.COM, Sumenep – Kabupaten Sumenep memperoleh alokasi Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) pada tahun 2026 sekitar 500 unit. Jumlah itu lebih sedikit dibandingkan kuota pada tahun 2024 sekitar 5.490 unit.

Anggota Komisi III DPRD Sumenep, Akhmadi Yasid, megatakan bahwa berkurangnya jumlah penerima bantuan justru dapat menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk memperbaiki tata kelola program BSPS secara menyeluruh.

Menurutnya, pengawasan terhadap pelaksanaan program tersebut perlu dilakukan sejak tahap awal guna mencegah terulangnya terjadinya dugaan penyimpangan.

“Jangan sampai pengawasan hanya menjadi formalitas administrasi, sementara problem di lapangan tetap terjadi. Kami minta pengawasannya diperketat dan efektif,” ujar Yasid di Sumenep, Kamis (14/5/2026).

Politisi PKB itu menegaskan, pengawasan tidak cukup sekadar dilakukan melalui pemeriksaan dokumen administrasi, akan tetapi pemerintah daerah juga mesti memastikan kualitas bangunan sesuai standar dan bantuan benar-benar diterima masyarakat yang berhak.

“Jangan sampai dana Rp250 juta (untuk pengawasan) hanya habis untuk rapat, perjalanan dinas atau laporan kertas semata. Sementara substansi pengawasannya lemah,” jelas Yasid.

Yasid juga berharap, pelaksanaan BSPS tahun ini berjalan lebih transparan dan akuntabel sehingga program bantuan perumahan tersebut tetap mendapat kepercayaan masyarakat.

“Kita tidak ingin program yang sejatinya sangat baik untuk membantu masyarakat miskin justru kehilangan kepercayaan publik akibat tata kelola yang buruk,” tandasnya.

Continue Reading

Politik

DPRD Sumenep Minta Disnaker Perketat Pengawasan Pembayaran THR

Published

on

PABIASA.COM, Sumenep – Anggota Komisi II DPRD Sumenep, Sulahuddin, meminta Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) setempat memperketat pengawasan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.

Menurutnya, pengawasan harus dilakukan secara aktif. Tujuannya agar tidak ada perusahaan yang menunda, mencicil, atau bahkan mengabaikan kewajiban membayar THR kepada pekerja.

THR, tambah dia, merupakan hak normatif pekerja yang wajib dipenuhi sesuai peraturan perundang-undangan. Karena itu, ia meminta Disnaker tidak hanya sebatas memberikan imbauan.

“Jangan sampai ada THR terlambat, dicicil, atau pekerja tidak menerima haknya. Jika ada pelanggaran, Disnaker harus bertindak tegas,” ujar Sulahuddin di Sumenep, Rabu (4/3/2026).

Ia menilai, pengawasan perlu disertai monitoring langsung ke perusahaan-perusahaan. Terutama bagi perusahaan yang sebelumnya memiliki catatan keterlambatan dalam memenuhi hak pekerja.

Selain itu, Sulahuddin juga mendorong agar Disnaker membuka dan mengoptimalkan posko pengaduan. Layanan tersebut dinilai penting untuk menampung laporan pekerja yang tidak menerima THR sesuai ketentuan.

“Harus ada layanan pengaduan yang responsif. Pekerja jangan sampai bingung harus mengadu ke mana ketika haknya tidak dibayarkan,” tandasnya. (rzl/s3)

Continue Reading

Politik

Holik Gerindra Ingatkan Bupati Fauzi Tak Salah Pilih Sekda

Published

on

PABIASA.COM, Sumenep – Amggota Komisi I DPRD Sumenep, Holik, mengingatkan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, untuk tidak salah memilih sekretaris daerah (sekda) definitif.

Menurutnya, penetapan Sekda secara mutlak ada di tangan Bupati Fauzi. “Dia yang paling tahu, siapa dari tiga orang itu yang paling tepat untuk ditetapkan sebagai Sekda Sumenep,” ujar Holik, Kamis (19/2/2026).

Politisi Gerindara tersebut mengungkapkan bahwa pejabat yang layak duduk di kursi sekda adalah sosok yang paham visi-misi bupati.

“Fauzi pernah menjadi wabup dan bupati dua periode. Tentu, dia sudah kenal dan tahu karakter tiga pejabat itu. Kami minta jangan sampai salah pilih, tendensius dan tidak objektif,” tuturnya.

“Jabatan sekda cukup krusial di pemerintahan. Kami berharap pilihan bupati terbaik untuk Sumenep ke depan,” imbuhnya.

Seperti diketahui, berdasarkan hasil seleksi lanjutan yang tertuang dalam Pengumuman Nomor: 20/PANSEL JPT PRATAMA-SMP/II/2026 tertanggal 18 Februari 2026, ada tiga nama calon sekdar. Di antaranya, (1) Agus Dwi Saputra, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, (2) Chainur Rasyid, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian dan (3) R. Abd Rahman Riadi, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. (rzl/s3)

Continue Reading

Trending